WAHANANEWS.CO - Kabar baik muncul di tengah penanganan gempa Nusa Tenggara Timur (NTT): BNPB memastikan hingga Senin (17/8/2026) tidak ada lagi laporan warga yang hilang, meski tim Basarnas masih dikerahkan dan bersiaga di tujuh kabupaten terdampak.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan tidak ada lagi laporan warga yang hilang akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7 yang mengguncang NTT, namun tim Basarnas tetap melakukan pencarian dan menyiagakan personel di wilayah terdampak.
Baca Juga:
Gempa Susulan NTT Tembus 1.598 Kali, Terbesar Magnitudo 6,2
"Tim dari Basarnas masih siaga di 7 kabupaten terdampak. Hingga saat ini, 17 Agustus, sudah tidak ada laporan warga yang hilang di wilayah terdampak. Namun demikian, meskipun sudah tidak ada lagi laporan, tim Basarnas tetap melakukan upaya-upaya pencarian dan tetap menurunkan personel secara optimal di daerah-daerah terdampak," kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers, Senin (17/8/2026).
Selain itu, Berton menyebut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengirimkan dua unit rumah sakit lapangan ke wilayah yang terdampak gempa NTT.
Ia berharap keberadaan rumah sakit lapangan tersebut dapat mempercepat pelayanan kesehatan bagi warga yang menjadi korban gempa maupun mereka yang harus dievakuasi.
Baca Juga:
Sesar Naik Flores Belum Stabil, BMKG Prediksi Gempa Susulan Berlangsung 2-3 Pekan
"Kemenkes sudah mengirimkan 2 unit rumah sakit lapangan ke Ruteng, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Nagekeo. Diharapkan nanti rumah sakit ini dapat melayani warga kita yang korban gempa bumi dan yang harus dievakuasi," ucap Berton.
"Karena mengingat banyak rumah sakit dan puskesmas yang terdampak dari akibat kegempaan ini," imbuhnya.
Gempa bumi mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026), dengan guncangan tersebut menimbulkan korban jiwa, kerusakan bangunan, hingga memaksa ribuan warga mengungsi.