Menurut Domy, kejadian ini harus menjadi momentum bagi partai politik untuk memperketat pembinaan kader dan memastikan wakil rakyat benar-benar memahami tanggung jawab moralnya.
Usai menjalani sidang, Achmad Syahri menyatakan menerima keputusan partai dan mengaku menyesali perbuatannya.
Baca Juga:
Remaja Putri di Makassar Rekayasa Penculikan, Minta Tebusan Rp5 Juta
"Saya menyesal mungkin ada salah, saya mohon maaf," ujarnya kepada wartawan.
Permintaan maaf tersebut disampaikan sebagai bentuk pengakuan atas tindakan yang dinilai tidak mencerminkan etika seorang wakil rakyat.
Domy menambahkan bahwa sanksi keras memang diperlukan agar publik melihat masih ada mekanisme akuntabilitas di internal partai politik.
Baca Juga:
Polisi Buka Peluang Jerat Taufik Hidayat dengan Kasus Baru
"Jika perilaku seperti ini dibiarkan, masyarakat akan semakin kehilangan kepercayaan terhadap lembaga perwakilan," tegasnya.
Dengan keputusan ini, Partai Gerindra memberikan peringatan tegas bahwa perilaku anggota dewan harus tetap menjaga martabat lembaga dan kepercayaan publik.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.