"Pelabuhan adalah simpul strategis yang menghubungkan produksi, distribusi, hingga ketersediaan pangan di seluruh Indonesia. Karena itu, transformasi pelabuhan menuju ekosistem yang hijau dan cerdas bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan," ujar Menko Zulhas.
Ia menambahkan, GSPI ASRI bukan sekadar ajang penghargaan. Program ini menjadi wadah untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun pelabuhan yang berdaya saing, mendukung ketahanan pangan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Baca Juga:
Menko Zulhas Tegaskan Sekolah Bagus Gak Usah Dapat MBG
GSPI sendiri merupakan program assessment bagi pelabuhan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja pelabuhan melalui penerapan teknologi pintar dan praktik ramah lingkungan. Upaya ini dilakukan untuk mendukung kelancaran logistik pangan, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendukung pengurangan emisi karbon.
GSPI 2026 mengintegrasikan Gerakan Indonesia ASRI yang diinisiasi Presiden, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah, sebagai bagian dari indikator penilaian pelabuhan.
Asesmen pelabuhan dalam program GSPI mencakup aspek manajemen, teknis, efisiensi energi, pengelolaan lingkungan, pengurangan dampak lingkungan, digitalisasi, sistem informasi, integrasi teknologi, serta inovasi pengelolaan pelabuhan.
Baca Juga:
Komisi IX Soroti Bengkaknya Titik SPPG, Pemerintah Diminta Audit Total
Mekanisme self-assessment diberlakukan dalam pelaksanaan asesmen sehingga pelabuhan dapat mengajukan penilaian berdasarkan kesiapan masing-masing dalam menerapkan prinsip keberlanjutan dan digitalisasi.
Adapun asesmen GSP dilaksanakan secara komprehensif berdasarkan Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023 yang mengacu pada regulasi nasional dan praktik terbaik internasional.
Di kesempatan ini juga dilakukan penyerahan Penghargaan Green and Smart Port 2025 kepada PT. Petrokimia Gresik, PT. Pupuk Kalimantan Timur, PT. Krakatau Bandar Samudera, 4. PT. Vale Indonesia, PT. Pelindo Petikemas - TPK Banjarmasin, PT. Indonesia Kendaraan Terminal, PT. Pelindo Multi Terminal - Branch Tanjung Intan, dan Terminal Petikemas Bitung.