WahanaNews.co
| Seorang
ibu muda berinisial SL (30) asal Sumenep, Jawa Timur, tega membunuh bocah
perempuan berusia empat tahun berinisial SNI.
Korban dimasukkan ke dalam karung dengan
kondisi hidup, lalu dibuang ke sumur, Minggu (18/4/2021).
Baca Juga:
Buntut Sita Ijazah, Pengusaha Jan Hwa Diana Minta Maaf ke Eks Karyawan Korban
Pembunuhan sadis itu terjadi di Desa Tambaagung
Ares, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura.
Tersangka SL masih bertetangga dan masih
memiliki hubungan keluarga dengan SNI.
"Ini adalah tindak pidana kekerasan yang
menyebabkan kematian," ungkap Kapolres Sumenep, AKBP Darman, saat rilis
gelar perkara, Kamis (29/4/2021).
Baca Juga:
Wali Kota Surabaya Tegaskan Penyegelan Gudang CV Sentoso Seal karena Tak Miliki Izin Resmi
Darman mengatakan, aksi SL dimulai saat melihat
korban sedang membasuh tangan di kamar mandi.
Tersangka mendekati dan merangkul korban sambil
melepas perhiasan emas yang dikenakan korban. Perhiasan itu berupa kalung,
gelang, dan anting.
Selanjutnya SL mengajak korban untuk ikut ke
rumahnya.
Setelah korban berada di dalam kamar tersangka,
ia kemudian mengambil kerudung hitam dan menutup mata korban.
"Kemudian tersangka mengambil sebuah
karung warna putih di depan rumahnya untuk memasukkan korban ke dalam karung.
Korban sempat bergerak dan memanggil 'mama, mama' seperti akan menangis,"
ungkapnya.
Namun, oleh tersangka tidak dihiraukan dan
selanjutnya membawa karung yang berisi korban tersebut ke luar rumah.
Ia lalu meletakkan karung berisi korban di
depan jok sepeda motor Beat.
Dengan membawa korban yang masih hidup,
tersangka menuju ke arah barat dan berhenti di pinggir jalan raya di Dusun
Pandan Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten.
Selanjutnya karung yang berisi korban diangkat
pelan-pelan dan dibuang ke dalam sumur di pinggir pantai Dusun Pandan Desa
Ambunten Tengah.
Tersangka kemudian pergi.
Orangtua korban kemudian melaporkan anak mereka
yang hilang ke polisi.
Polisi kemudian melakukan pencarian hingga
akhirnya menemukan jenazah korban di dalam sumur pada 21 April.
Polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya
menangkap SL beberapa hari kemudian.
Motif
Dari hasil pemeriksaan tim penyidik Polres
Sumenep, ibu muda beranak dua itu ternyata memiliki dendam dan sakit hati
dengan orangtua korban.
"Suami tersangka (SL) pernah memiliki
hubungan spesial dengan ibu korban," ujar Kapolres.
Sehingga, dari dendam dan sakit hati yang
dirasakan, tersangka melampiaskannya ke bocah perempuan berusia 4 tahun
tersebut.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan
Pasal 80 Ayat (3) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 35 tahun
2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. [qnt]