WAHANANEWS.CO, Jakarta - Detik-detik mencekam terjadi di Perairan Tanjung Api, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, ketika KM Mitra Jaya yang membawa 23 orang mendadak karam setelah mengalami kebocoran dan dihantam gelombang tinggi, mengakibatkan dua orang hilang dan hingga kini masih dalam pencarian.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 19.00 WIB saat KM Mitra Jaya tengah berlayar di perairan sekitar Tanjung Api dan dilaporkan mengalami kebocoran yang terus memburuk.
Baca Juga:
Vendor Motor Listrik BGN Disorot, Kejagung Sebut Tak Punya Dealer dan Bengkel Aktif
Kepala Dinas Penerangan Koarmada I Kolonel Laut (P) Wahyu Kurniawan menjelaskan para awak kapal sempat berupaya menyelamatkan kapal dengan menggunakan pompa Alkon untuk mengurangi volume air yang masuk ke lambung kapal.
"Sudah diusahakan pakai pompa Alkon, tapi tidak mampu. Dalam waktu sekitar 15 menit kapal langsung karam," ujar Wahyu, Jumat (5/6/2026).
Namun derasnya air yang masuk membuat upaya penyelamatan tidak berhasil sehingga kapal tenggelam dalam waktu singkat.
Baca Juga:
Kejagung Dalami Dugaan Mark Up Motor Listrik BGN Rp1 Triliun
Dari total 23 orang yang berada di atas kapal, sebanyak 21 orang berhasil menyelamatkan diri dan telah kembali ke rumah masing-masing.
Sementara itu, dua korban yang masih dinyatakan hilang adalah Kahwi (60) yang merupakan nakhoda kapal serta Jamil yang berstatus sebagai anak buah kapal (ABK).
Setelah menerima laporan kejadian, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap kedua korban yang hilang.