WahanaNews.co | Wiji Wiyanti tidak menyangka,
niatnya mendepositokan uang di BMT Taruna Sejahtera, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, malah membuat ia kelimpungan.
Uang
sebesar Rp 70 juta, yang dimasukkan pada September 2019 dengan tempo satu tahun,
tidak bisa diambil.
Baca Juga:
Dua Dekade Dipasung Keluarga, Pria di Ponorogo Akhirnya Dievakuasi Polisi
Wiji
mengungkapkan, awal mula dia tertarik mendepositokan uang di BMT Taruna
Sejahtera karena didatangi marketing
bernama Sugirah.
"Ibu
saya, yang bernama Sini, juga menjadi nasabah sebesar Rp 100 juta, dan
paman saya, Wakimin, Rp 80 juta, sejak Juni 2019," jelasnya, di kantor pengacara Res Fobia,
Selasa (16/3/2021).
Dia
mengatakan, selama tiga bulan pertama, uang bagi hasil yang diterimanya lancar. Wiji mendapat
sekitar Rp 850 ribu.
Baca Juga:
Raih Emas SEA Games 2025, Robby Antasyafi Prioritaskan Bonus untuk Keluarga dan Masa Depan
"Tapi, kami
tidak pernah ke kantor BMT, karena marketing
yang mengantar-jemput itu," jelasnya.
September
2020, saat akan mengambil uangnya sesuai tempo, ternyata tidak berhasil, karena
alasan di BMT tidak ada uang.
"Saya
pernah, saat akan mengambil uang, malah disuruh mengambil uang Rp
200.000 yang ada di kasir. Lha, uang
saya dan keluarga itu jutaan, kok disuruh ambil segitu," kata Wiji, kesal.