Penjelasan Gubsu Edy
Edy kemudian menjelaskan alasan dirinya menjewer pelatih biliar tersebut. Dia mengatakan menjewer sebagai tanda sayang.
Baca Juga:
Selama 2024, Sumut Sukses Laksanakan 3 Agenda Besar
"Jewer sayang itu," ujar Edy saat ditanya soal aksinya itu, Selasa (28/12).
Pelatih biliar yang dijewer hingga diusir Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi buka suara. Pelatih bernama Khoirudin (Choki) Aritonang itu mengatakan Edy marah-marah tak jelas.
"Marah-marah, maki-maki tak nyambung, itu kan aneh, emosional tidak jelas. Kalau marah-marah, maki-maki tapi dunia olahraga maju, ya bagus, ini kan tidak," ujar Choki kepada wartawan, Selasa (28/12).
Baca Juga:
Jokowi Resmikan Stadion Utama Sumatra Utara di Kabupaten Deli Serdang
Choki mengatakan bukan diusir saat kegiatan itu. Dia mengaku memilih keluar setelah dijewer dan merasa dihina oleh Edy.
Choki juga mengaku bingung kenapa dirinya harus tepuk tangan saat Edy bicara. Choki mengatakan hal disampaikan Edy biasa saja sehingga dia tidak bertepuk tangan.
Dia menyebut biliar jarang mendapat perhatian dari Pemprov Sumut. Choki mengatakan hal ini menjadi salah satu alasan cabang biliar tidak mendapatkan medali emas saat PON Papua yang lalu.