MUF juga menyebut, perlakuan verbal keras kerap diterima siswa, terutama mereka yang dianggap bermasalah oleh guru tersebut.
“Sering ngomong kasar, menghina siswa dan orang tua, bilang bodoh dan miskin,” ujarnya.
Baca Juga:
Anggota DPR Minta Negara Pulihkan Trauma Anak Terduga Pencuri Ayam Tewas di Bali
MUF kemudian membeberkan kronologi versi siswa yang menyebut insiden terjadi saat kegiatan belajar mengajar hampir selesai dan suasana kelas mulai ribut.
“Saya bilang ke teman-teman, ‘Woi, diam’,” kata MUF.
Ucapan itu, menurut MUF, terdengar oleh Agus yang melintas di depan kelas hingga masuk tanpa izin guru yang sedang mengajar dan langsung menanyakan siapa yang mengucapkannya.
Baca Juga:
Pengeroyokan Pengamen Hingga Tewas di Rusun Jatinegara Didalami Polisi
“Saya jawab, ‘Saya, Prince’, terus saya disuruh ke depan dan langsung ditampar,” ujarnya.
Situasi sempat mereda, namun ketegangan kembali memuncak ketika Agus disebut keluar dari kantor sekolah sambil membawa alat pemotong rumput dan mengejar para siswa.
“Kami sudah tenang di depan kantor, tapi dia keluar bawa sapit rumput dan ngejar kami,” kata MUF.