WAHANANEWS.CO - MM (23) alias Cimut melapor ke polisi setelah menjadi korban pengeroyokan, penelanjangan, dan pengancaman pembakaran oleh warga usai kepergok diduga selingkuh dengan istri orang di Kabupaten Blora, Selasa (10/2/2026).
Cimut mengaku mendapat ancaman serius dari warga yang memaksanya menuruti kemauan mereka dengan ancaman akan dibakar dan dibunuh di lokasi kejadian, Selasa (10/2/2026).
Baca Juga:
Padamkan Api Sumur Minyak Blora, 13 Mobil Pemadaman Dikerahkan
“Diancam dibakar dan dibunuh di situ,” kata Cimut saat ditemui di kantor pengacaranya di Blora, Selasa (10/2/2026).
Ia menjelaskan peristiwa itu terjadi ketika dirinya bertamu ke rumah seorang perempuan berinisial RR pada Senin (2/2/2026) dini hari di Desa Srigading, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.
Cimut menuturkan sebelum dikeroyok, dirinya sempat direkam video oleh warga lalu digerebek dan dipukuli secara bersama-sama di dalam rumah, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga:
Warga Blora Tunggu Regulasi Sumur Minyak Rakyat Agar Legal
“Sebelum dikeroyok divideoin dulu, setelah itu digerebek, setelah itu langsung ditonjokin di dalam rumah,” jelas MM, Selasa (3/2/2026).
Ia mengaku dikeroyok sekitar 30 orang dan mengalami pemukulan berulang disertai penyiksaan fisik, Selasa (10/2/2026).
Selain dianiaya, Cimut mengaku ditelanjangi dan diarak ke balai desa dengan tangan terikat tali tampar oleh warga, Selasa (10/2/2026).