Pria paruh
baya itu ditemukan meregang nyawa dengan posisi telungkup di antara pematang
dan sawahnya.
Kades
Tangkil, Suyono,menyampaikan, sebenarnya pihak Pemdes bersama Polsek dan Koramil
sudah sering menyosialisasikan larangan dan bahaya penggunaan setrum jebakan
tikus.
Baca Juga:
Satgas Rehabilitasi Bencana Sumatra Dibentuk Prabowo, Segini Besar Anggarannya
Sosialisasi
tak hanya lewat grup WhatsApp RT dan RW, namun juga sosialisasi langsung serta
pemasangan papan imbauan di titik strategis.
Namun, kadang petani tak kuasa untuk meninggalkan setrum, dengan alasan serangan tikus sudah terlalu parah.
Menurut
mereka, di situasi serangan tikus parah, hanya setrumlah jebakan yang kini bisa diharapkan untuk memberantas
hama pengerat itu.
Baca Juga:
Dosen dan Mahasiswa Pertanian Unib Memotivasi Masyarakat Untuk Melanjutkan Budidaya Organik Tanaman Cabai di Kelurahan Lempuing Kota Bengkulu.
"Petani
menyampaikan, kadang kalau dibiarkan ya memang nggak
bisa makan betul. Karena serangan tikus sudah sangat parah," tandasnya. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.