WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pria lanjut usia berinisial PS (68) menjadi korban penipuan setelah ditelepon seseorang yang mengaku sebagai petugas Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Sudin Dukcapil) Jakarta Timur, sebuah kejadian yang langsung ditegaskan Wali Kota Jakarta Timur Munjirin sebagai aksi pelaku yang bukan Aparatur Sipil Negara Pemkot Jaktim pada Jumat (21/11/2025).
"Sudin Dukcapil Jakarta Timur tidak pernah menelpon warga untuk melakukan pelayanan via telpon atau video call," kata Munjirin dikutip Antara.
Baca Juga:
Iming-iming Paket Murah hingga Honeymoon, Ini Fakta Penipuan WO Ayu Puspita
Kejadian bermula ketika PS dihubungi oleh pria bernama Daniel Syahputra yang terlihat mengenakan seragam cokelat dan peci hitam dalam panggilan tersebut.
Tidak hanya itu, PS kembali menerima panggilan melalui aplikasi WhatsApp dari pria lain yang memakai kemeja batik Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) dan memperkenalkan diri sebagai Benny Heryanto.
Sebelumnya, PS tengah mengurus perpindahan domisili dari Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, menuju Kota Tangerang dan mengira komunikasi tersebut masih bagian dari proses administrasi.
Baca Juga:
Mbah Tarman Jadi Tersangka Cek Palsu, Bagi-bagi Rp100 Ribu Tiap Tamu Saat Resepsi Hasil Gadaikan Mobil Rental
Setelah urusan pindah domisili selesai, mendadak ada orang yang mengaku petugas Dukcapil Jakarta Timur dan meminta PS mengikuti instruksi tertentu.
Tanpa curiga, PS kemudian mengirimkan data diri termasuk informasi perbankan setelah pelaku mengaku sedang membantu proses data secara daring.
Tidak lama kemudian, PS baru menyadari ada email masuk yang mencatat transfer uang sebesar Rp231 ribu ke rekening atas nama Edi Jhon.
Munjirin menyampaikan bahwa pihaknya telah mengecek keberadaan dua nama yang digunakan para pelaku dan memastikan tidak ada ASN Sudin Dukcapil Jakarta Timur bernama Daniel Syahputra maupun Benny Heryanto.
Ia menjelaskan bahwa Sudin Dukcapil Jaktim telah rutin melakukan sosialisasi di media sosial sebagai langkah pencegahan penipuan yang kerap mengatasnamakan instansi.
Edukasi tersebut diharapkan membuat warga lebih waspada karena Sudin Dukcapil Jaktim tidak pernah melakukan pelayanan melalui panggilan telepon.
"Kami imbau warga tidak mudah percaya dengan orang yang mengaku sebagai petugas Dukcapil melalui sambungan telepon," ujar Munjirin yang kemudian menyampaikan sejumlah langkah pencegahan bagi masyarakat.
Ia mengingatkan warga agar tidak panik bila menerima telepon dari orang yang mengaku petugas Dukcapil serta tidak mengikuti instruksi yang diberikan.
"Jangan pernah mau disuruh share screen lewat telepon," ucap Munjirin.
Ia menambahkan bahwa masyarakat tidak boleh membagikan data pribadi maupun kode OTP kepada siapapun yang menghubungi secara mencurigakan.
Munjirin meminta warga segera menutup panggilan jika terindikasi penipuan demi keamanan data pribadi dan informasi lainnya.
"Lapor polisi jika ada yang melakukan penipuan, terakhir, bisa cek media sosial Dukcapil Jakarta Timur," tuturnya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]