Pemerintah menilai pemulihan listrik yang dilakukan PLN memberikan dampak langsung terhadap percepatan program jangka menengah pascabencana.
Listrik tidak hanya dibutuhkan untuk penerangan, tetapi juga menopang operasional alat berat, distribusi material bangunan, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan relokasi.
Baca Juga:
PLN Tuntaskan Pemulihan Listrik, Pemerintah Pacu Rekonstruksi Pascabencana
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan bahwa ketersediaan infrastruktur dasar, khususnya listrik, menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana.
“Pemulihan listrik yang hampir tuntas sangat membantu pemerintah dalam mengejar target pembangunan hunian tetap. Tanpa dukungan kelistrikan yang andal, pembangunan huntap tentu akan menghadapi banyak kendala di lapangan,” ujar Maruarar Sirait saat meninjau progres pemulihan dan rencana pembangunan hunian pascabencana.
Dari sisi PLN, komitmen untuk memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan di lokasi pembangunan huntap siap dan andal telah dilakukan sejak masa tanggap darurat.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi PLN yang Turut Topang Pendapatan Pemkab Bekasi dari Sektor Pajak
PLN melakukan pemetaan prioritas jaringan listrik yang menopang kawasan relokasi, fasilitas umum, serta pusat-pusat aktivitas warga.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa pemulihan listrik bukan sekadar menyalakan kembali jaringan, tetapi memastikan pasokan listrik dapat mendukung proses pembangunan dan kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.
“Listrik adalah enabler utama pembangunan. PLN memastikan jaringan kelistrikan di area huntap siap mendukung proses konstruksi hingga nantinya dapat melayani kebutuhan listrik warga secara berkelanjutan dan aman,” kata Darmawan Prasodjo.