"Kita ada beberapa lahan yang terkena lintasan akses, termasuk tempat yang kita mau bangun wisma atlit, kepotong 1,5 hektare ada 4 bidang," imbuhnya.
Meski demikian, pembebasan lahan terus dilakukan karena target pembangunannya bakal terus berjalan di awal tahun 2024 ini.
Baca Juga:
Hampir 1 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek, Puncak Mudik Diprediksi 28 Maret
"Mereka sudah petakan dan sudah ada persiapan pembebasan, pembebasan di wilayah kota Bogor sebagian sudah dilaksanakan sekarang, tapi pembayaran dilakukan LMAN di bawah Kemenkeu baru projek ditangani Marga Sarana langsung," sebut Dedie.
Dikarenakan proyek ini termasuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN), pelaksanaannya ditangani secara langsung oleh Marga Sarana Jabar.
Sementara itu, proses pembebasan lahan dilakukan oleh LMAN berdasarkan permintaan dari pihak yang mengelola pembangunan jalan tol.
Baca Juga:
Arus Mudik di Tol Trans Sumatra Melonjak, 99 Ribu Kendaraan Melintas dalam Sehari
Jalan tol ini juga dijadwalkan untuk terhubung dengan tol Antasari-Bojonggede.
"Kalau pembebasan lahan beres ya konstruksi mungkin akhir tahun ini, dari Salabenda sampai Bomang (Bojong Gede - Kemang), pengadaan tanah untuk negara kan appraisal," ujar Dedie.
1. Seksi I Sentul - Kedung Halang, sepanjang 3,85 km
2. Seksi IIA Kedung Halang - Kedung Badak, sepanjang 1,95 km
3. Seksi IIB Kedung Badak - Simpang Yasmin, sepanjang 2,65 km
4. Seksi IIIA Simpang Yasmin - Simpang Semplak, sepanjang 2,85 km
5. Seksi IIIB Simpang Semplak - Junction Salabenda, sepanjang 2,5 km.