WahanaNews.co | Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan pembangunan 4 Sarana Penyedia Air Minum (SPAM) hingga 2030 sebagai pemenuhan air minum masyarakat Jakarta.
Pembangunan SPAM tak hanyabsebagai pemenuhan air minum masyarakat, namun juga dapat mencegah tenggelamnya Jakarta.
Baca Juga:
Anggaran Infrastruktur Dipangkas, Pemerintah Bisa Kena Denda Kalau Tak Perbaiki Jalan Rusak
Sebab penyerapan air tanah yang begitu besar, sangat berpengaruh terhadap penurunan permukaan tanah.
"Pertama ada SPAM Jatiluhur 1 yang hari ini disepakati bersama untuk dikerjakan sehingga dapat menambah 13% layanan air minum DKI yang sekarang ini eksisting ada 64%," ujar Menteri Basuki pada konferensi persnya, Senin (3/1/2022).
Selain itu Menteri Basuki menambkan ada pulla pembangunan SPAM Karian-Serpong yang diambil dari bendungan Karian yang berada di Banten yang ditargetkan rampung tahun 2022.
Baca Juga:
Pertemuan Ilmiah HATHI 2024 di Sorong, PUPR Dorong Ahli Hidraulik Kembangkan Inovasi Bidang Sumber Daya Air
Selanjutnya Kementerian PUPR juga akan membangun SPAM Juanda II yang masih mengambil dari bendungan Jatiluhur yang dapat menambah 7% layanan minum di DKI Jakarta.
"Dari bendungan Karian 10% kalau Jatiluhur 1 13%, sedangkan Jatiluhur 2 ini dapat menambah layanan air minum di DKI Jakarta sebesar 7%," sambung Menteri Basuki.
Kementerian PUPR berkomitmen untuk membangun 3 (tiga) SPAM Regional melalui skema KPBU untuk mendukung pemenuhan cakupan pelayanan air minum di wilayah DKI Jakarta yaitu SPAM Regional Jatiluhur I dan SPAM Regional Karian-Serpong yang saat ini telah berjalan, serta SPAM Regional Ir. H. Djuanda/Jatiluhur II masih dalam tahap penyiapan.