WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ribuan pemudik memadati Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, hingga memicu kemacetan panjang yang membuat antrean kendaraan nyaris tak bergerak selama berjam-jam.
Kepadatan arus kendaraan menuju penyeberangan ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, bahkan membuat sejumlah pengendara motor dilaporkan pingsan saat terjebak di tengah antrean panjang.
Baca Juga:
Amankan Mudik Lebaran 2026, Polres Labusel Siagakan 515 Personel Gabungan
Terpantau, ribuan orang berdesakan untuk segera menyeberang dari Bali menuju Jawa pada Minggu (15/3/2026).
Kemacetan parah yang terjadi berjam-jam disertai cuaca panas menyengat disebut memengaruhi kondisi fisik para pemudik yang menunggu giliran naik kapal.
"Laporan dari anggota, pemotor banyak yang tumbang," kata Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo.
Baca Juga:
KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam, Empat Korban Selamat Dievakuasi Setelah Gunakan Sekoci
Meski begitu, pihaknya belum membeberkan secara rinci jumlah pemudik yang mengalami pingsan selama antrean kendaraan di kawasan pelabuhan tersebut.
Ia memastikan setiap pemudik yang mengalami gangguan kesehatan telah mendapatkan bantuan dan penanganan medis dari petugas yang berjaga.
"Karena situasi mudik di penyeberangan Gilimanuk tahun ini mengalami peningkatan dari tahun lalu," ujarnya.
Selain volume kendaraan yang melonjak tajam, perubahan cuaca yang terjadi dengan cepat juga disebut memengaruhi kondisi para pemudik yang menunggu di antrean panjang.
Yuli mencontohkan, pada siang hari kawasan Pelabuhan Gilimanuk sempat dilanda panas terik, namun sekitar dua jam kemudian kondisi berubah ketika gerimis mulai turun.
Situasi tersebut membuat pemudik diimbau mempersiapkan kondisi fisik dan mental selain memastikan kendaraan yang digunakan tetap dalam kondisi prima selama perjalanan.
Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan telah melakukan berbagai upaya untuk mengurai kepadatan di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.
"Saat ini, sebanyak 35 kapal dioperasikan secara nonstop selama 24 jam untuk melayani arus kendaraan dan penumpang dari Bali menuju Jawa," kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale pada Minggu (15/3/2026).
Lonjakan kendaraan yang hendak menyeberang disebut terjadi karena meningkatnya mobilitas masyarakat serta kendaraan logistik menjelang masa angkutan Lebaran.
Selain itu, kepadatan juga dipicu oleh rencana penutupan operasional penyeberangan saat perayaan Hari Raya Nyepi yang berlangsung pada 18–20 Maret 2026.
"ASDP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian pengguna jasa," tambahnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]