Korban juga dilaporkan mengalami luka berat yang berdampak pada kondisi penglihatan, kemampuan berbicara, hingga kesulitan berjalan, serta mengalami kerugian materiil sekitar Rp52 juta.
Adik korban, Syahrul (26), mengungkapkan keluarga sempat kehilangan kontak dengan YTT sejak 2023, meski sebelumnya korban masih sesekali memberi kabar melalui pesan singkat.
Baca Juga:
PLN Ungkap Dua Faktor Besar di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa
"Iya, langsung semenjak saat itu langsung lost contact aja sama Teteh," ujar Syahrul.
"Jadi selama tiga tahun kita enggak dapat kabar. Pernah sekali dapat kabar, katanya ada di Jakarta," tambahnya.
Syahrul menyebut keluarga juga sempat memviralkan pencarian korban di media sosial, namun kemudian mendapat tekanan untuk menghapus unggahan tersebut.
Baca Juga:
Darmawan Prasodjo Jelaskan Penyebab Listrik Jawa Padam Bergilir, PLN Bekerja Siang Malam Pulihkan Sistem
"Tapi tiba-tiba ada yang ngancam dan minta postingan itu dihapus. Kami curiganya itu mah si pelaku," ucapnya.
Setelah beberapa tahun tanpa kabar, keluarga akhirnya mendapat informasi bahwa korban berada di RSHS Bandung dalam kondisi kritis, sebelum kemudian terungkap dugaan penganiayaan yang dialaminya selama ini.
Syahrul juga menyebut terduga pelaku diduga bekerja sebagai penagih utang atau debt collector, dan pihak keluarga berharap kasus ini diusut tuntas.