WahanaNews.co | Polda Sumatera Utara kembali melakukan penggalian kuburan alias ekshumasi di Desa Lau Lugus, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat.
Kuburan yang digali diduga korban penganiayaan di kerangkeng di belakang rumah Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin. Korban berinisial DD.
Baca Juga:
Diduga Lecehkan Tahanan Narkoba, Dua Perwira Polres Asahan Dilaporkan ke Propam
Dikonfirmasi melalui telepon, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi pada Kamis (14/4/2022) pagi membenarkannya.
"Iya benar, ada (ekshumasi)," katanya singkat.
Hadi mengatakan, korban seorang pria dewasa warga Langkat, meninggal diduga akibat penganiayaan di kerangkeng itu sekitar tahun 2018.
Baca Juga:
Sepanjang Mei, Polda Sumut Ringkus 1.130 Orang Preman Berkedok Ormas
Dikatakannya, korban merupakan temuan hasil sinkronisasi antara Polda Sumut, Komnas HAM dan LPSK.
Hingga kini, ada 3 korban dugaan penganiayaan dalam kerangkeng yang kuburannya digali.
Pertama kali pada Sabtu (12/2/2022) di TPU Pondok VII, Kelurahan Sawit Sebrang, dan Tempat Pemakaman Keluarga Dusun Suka Jahe, Desa Purwobinangun, Kecamatan Sei Bingei, Langkat.