“Sebanyak 19 orang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis,” ujar Cahyo.
Dampak ledakan tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Baca Juga:
Waspada! Siklon Jangmi Picu Ancaman Cuaca Ekstrem di Indonesia, BMKG Buka Suara
Berdasarkan hasil pendataan sementara yang dilakukan aparat, sedikitnya 12 bangunan terdampak akibat ledakan tersebut.
“Berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat 12 bangunan yang terdampak, terdiri atas 3 bangunan rusak ringan, yakni 2 unit rumah dan 1 gereja, serta 9 bangunan mengalami kerusakan parah, dengan 4 rumah hancur total yang berada tepat di sekitar titik sumber ledakan dan 5 bangunan lainnya mengalami kerusakan berat,” ungkapnya.
Kerusakan paling parah terjadi pada bangunan yang berada sangat dekat dengan titik sumber ledakan sehingga beberapa rumah dilaporkan hancur total.
Baca Juga:
Ribuan Dapur MBG Disuspend, BGN Bongkar Dugaan Mark Up hingga Kasus Keracunan
Selain menyebabkan kerusakan fisik yang cukup luas, ledakan tersebut juga memaksa puluhan warga meninggalkan tempat tinggal mereka demi alasan keselamatan.
“Sebanyak 55 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman, terdiri atas 3 balita dan 52 orang dewasa,” ujarnya.
Hingga kini aparat kepolisian bersama tim terkait masih melakukan penanganan dan pendataan lebih lanjut untuk memastikan kondisi di lokasi kejadian serta melanjutkan proses pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.