Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PKKL) KLH/BPLH, Rasio Ridho Sani, menambahkan bahwa jumlah peserta PROPER 2025 mencapai 5.476 perusahaan, meningkat 22% dibandingkan tahun sebelumnya.
“PROPER merupakan program penilaian kinerja yang bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan perusahaan dan juga untuk mendorong perusahaan-perusahaan menjadi lebih dari patuh ataupun _beyond complience_,” jabar Rasio.
Baca Juga:
Tinjau Sejumlah Pembangkit, Dirut PLN: Sistem Kelistrikan Nasional Andal Jelang Idulfitri 1447 H
Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi validasi atas arah transformasi PLN yang semakin progresif dalam mengedepankan aspek lingkungan.
“Penghargaan ini menjadi pelecut bagi PLN untuk terus memperkuat praktik bisnis berkelanjutan dan mempercepat transisi energi dalam mendukung target Net Zero Emissions 2060 atau lebih cepat,” ujar Darmawan.
Dalam lima tahun terakhir, PLN mencatat lonjakan signifikan dalam kinerja dekarbonisasi. Realisasi reduksi emisi gas rumah kaca meningkat hampir empat kali lipat, dari 12,9 juta ton CO₂ pada 2021 menjadi 51,1 juta ton CO₂ pada 2025.
Baca Juga:
International Women’s Day, PLN Perkuat Lingkungan Kerja Inklusif bagi Perempuan
Pencapaian tersebut didorong oleh berbagai langkah strategis, antara lain pengembangan EBT yang telah mencapai sekitar 9,4 gigawatt (GW), implementasi co-firing biomassa di 52 PLTU, penerapan teknologi clean coal pada sekitar 14 GW pembangkit, serta ekspansi pembangkit berbasis gas dengan produksi mencapai 33,7 terawatt hour (TWh) pada 2025.
“Transformasi PLN tidak hanya berfokus pada keandalan pasokan listrik, tetapi juga pada keberlanjutan. Kami berkomitmen menghadirkan listrik yang bersih, andal, dan terjangkau,” tambah Darmawan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan transformasi PLN yang semakin solid dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat kontribusi terhadap target dekarbonisasi nasional.