Saat ini kondisi Guntur disebut masih lemah dan belum bisa kembali bekerja seperti biasa karena rasa sakit di bagian punggungnya masih sering muncul.
Peluru yang bersarang di dekat tulang rusuk membuat napas korban terkadang sesak dan gerak tubuhnya menjadi terbatas.
Baca Juga:
Hindari Tindak Pidana dalam Pengadaan Lahan Bangun 100 GW PLTS, PLN WATCH Desak PLN Kerja Sama dengan KPK
Sebelumnya, Guntur menjadi korban percobaan perampokan saat melintas di Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.
Kala itu, ia sedang mengendarai sepeda motor menuju rumah rekannya sebelum tiba-tiba dipepet sejumlah pelaku yang diduga hendak membegal korban.
“Pas sudah masuk jalan tumbukan, langsung di stop dan dipepet sama dua kereta, lima orang, disuruh berhenti,” kata Guntur saat ditemui pada Selasa (19/5/2026).
Baca Juga:
Usai 11 Tahanan Kabur, Propam Turun Tangan Periksa Polres Kolaka Utara
Korban mengaku menolak menyerahkan sepeda motornya dan memilih mencoba melarikan diri karena yakin dirinya sedang menjadi target pembegalan.
“Tapi, saya merasa saya ini pasti mau dibegal,” ujarnya.
Melihat korban tetap melaju, para pelaku langsung menyerang menggunakan senjata tajam dan membacok bagian belakang tubuh Guntur.