“Nah, mulailah dia bacok belakang punggung saya,” katanya.
Meski terluka akibat sabetan senjata tajam, Guntur tetap memacu sepeda motornya untuk menyelamatkan diri dari kejaran para pelaku.
Baca Juga:
Nasib Guru PPPK Berubah, Pemerintah Siapkan Pengalihan Status hingga Kesempatan Jadi PNS 2027
Tak berhenti sampai di situ, salah satu pelaku kemudian mengeluarkan senjata yang diduga senapan angin lalu menembakkan peluru ke arah korban.
Akibat tembakan tersebut, peluru bersarang di bagian punggung belakang Guntur hingga kini belum berhasil diangkat.
“Mungkin pas dibacok ditengok enggak luka, dan dia bilang ‘Eh, enggak apa-apa dia, bang, tembak dia, Bang,’” tutur Guntur menirukan ucapan para pelaku.
Baca Juga:
Hasil Penelitian Ungkap Fakta Mengejutkan, Ini yang Terjadi pada Otak Koruptor saat Menerima Suap
Selama sembilan hari menjalani perawatan, Guntur mengaku hanya mendapat tindakan perban tanpa operasi pengangkatan peluru karena terkendala biaya.
Ia juga menyebut BPJS tidak bisa langsung digunakan sehingga dirinya kini berupaya mengurus surat keterangan miskin agar bisa memperoleh bantuan medis.
“Saya penjaga MBG, baru dua bulanan gitu lah,” kata Guntur.