WAHANANEWS.CO, Jakarta - Video penolakan pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Desa Loceret, Nganjuk, mendadak viral setelah warga menyampaikan langsung keberatan mereka kepada Presiden Prabowo Subianto terkait rencana pendirian bangunan di atas sawah produktif.
Rekaman yang beredar di media sosial pada Sabtu (21/2/2026) memperlihatkan sejumlah petani Desa Loceret, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menyuarakan aspirasi mereka mengenai lokasi pembangunan gerai KDMP.
Baca Juga:
Pemerintah Provinsi Jawa Timur Berikan Penghargaan kepada Pahlawan Pelestari Lingkungan Hidup
“Yang terhormat, Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak H Prabowo Subianto. Bapak Presiden Republik Indonesia yang kami cintai dan yang kami banggakan,” ucap salah satu petani dalam video tersebut, Sabtu (21/2/2026).
Dalam pernyataannya, warga menegaskan bahwa mereka tidak menolak program pemerintah, namun keberatan apabila pembangunan gerai koperasi dilakukan di atas lahan persawahan produktif dan meminta agar lokasi dialihkan ke tempat lain.
Mereka juga menilai lokasi yang direncanakan tidak strategis karena berada di tengah area sawah, berada di jalan buntu yang menjadi satu-satunya akses aktivitas pertanian, serta hanya memiliki lebar jalan sekitar 2,3 meter dengan jarak kurang lebih 200 meter dari jalan raya.
Baca Juga:
PUPR Perbaiki 393 Rumah Warga Jadi Layak Huni di Nganjuk Jawa Timur
Menanggapi viralnya video tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Nganjuk Judi Ernanto menyatakan pihaknya telah mengetahui adanya penolakan, namun belum melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
“Kami masih menunggu (arahan) dari pimpinan,” ucap Judi yang juga menjabat sebagai Anggota Satgas KDMP Kabupaten Nganjuk.
Menurut Judi, penentuan lokasi yang kini dipersoalkan warga sebenarnya telah melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) sesuai prosedur yang berlaku.