WAHANANEWS.CO, Kota Depok – Continuing Education Program Center for Computing and Information Technology Fakultas Teknik Universitas Indonesia (CEP CCIT FTUI) sukses menggelar Open House CCIT FTUI 2.0 bertema ‘Finding Your Path in the Digital Era’, pada tanggal 8 – 9 Mei 2026 di Gedung Engineering Center dan Gedung Interdisciplinary Engineering (IDE), Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (9/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini diikuti ratusan peserta dari berbagai SMA; SMK; MA sederajat di wilayah Jabodetabek hingga luar Pulau Jawa.
Baca Juga:
Dokter Ari: Peran RSUI di Luar Ruang Praktek: Harus Juga Mendidik dan Mencerdaskan Bangsa
“Open House ini menjadi sarana edukatif bagi calon mahasiswa, guru, dan masyarakat umum untuk mengenal lebih dekat pendidikan vokasi profesional di bidang teknologi digital serta prospek karier masa depan. Berbagai kegiatan interaktif dihadirkan, mulai dari talkshow pendidikan, campus tour, live class, programs and industry expo, hingga tes bakat dan minat,” ujar Direktur CCIT Miktha Farid Alkadri, Dr.,S.Ars.,M.Ars.
Melalui sesi daring, peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi digital, pilihan jalur pendidikan, dan peluang karier di tengah transformasi industri. Sementara sesi luring memberikan pengalaman langsung lewat simulasi pembelajaran, kunjungan fasilitas kampus, serta interaksi dengan mahasiswa, dosen, dan mitra industri.
Direktur CCIT Miktha Farid Alkadri, Dr.,S.Ars.,M.Ars (kanan) dengan Wartawan LKBN Antara, Feru Lantara (kiri) saat sedang wawancara dengan pers di sela Open House CCIT FTUI 2.0 bertema ‘Finding Your Path in the Digital Era’, pada tanggal 8 – 9 Mei 2026 di Gedung Engineering Center dan Gedung Interdisciplinary Engineering (IDE), Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (9/6/2026). [WAHANANEWS.CO / Hendrik Isnaini Raseukiy]
Baca Juga:
Versi THE WUR 2026: Ini 10 Kampus Terbaik di Asia Tenggara, RI Tidak Ada
“Jadi kami mengundang guru-guru dan siswa-siswi khususnya di sekitar Jabodetabek untuk datang melihat langsung bagaimana prospek bergabung dengan CCIT, khususnya program vokasi profesional,” ujar Miktha.
Pada kesempatan ini, Sebut Alkadri, CCIT FTUI juga memperkenalkan sejumlah program baru, termasuk Digital Construction Technology yang berfokus pada pembelajaran Building Information Modeling (BIM) untuk kebutuhan industri konstruksi, arsitektur, sipil, dan engineering. Selain itu, tahun ini CCIT FTUI meluncurkan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) atau online guna menjangkau peserta dari luar Jakarta dan Pulau Jawa.
“Tahun ini kami juga launching program PJJ untuk mengakomodasi siswa-siswi di luar Jakarta, termasuk dari Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Jadi mereka tetap bisa mendapatkan pendidikan profesional CCIT secara fleksibel,” bilang Miktha.
Lanjut Alkadri, untuk tahun ajaran 2026, CCIT FTUI membuka tiga peminatan utama pada program PJJ, yakni Cyber Security, Digital Marketing, dan Digital Construction Technology. Sementara program reguler offline memiliki lebih banyak pilihan, termasuk Artificial Intelligence, Internet of Things (IoT), hingga Creative Multimedia.
CCIT FTUI mengusung metode pembelajaran 90 persen praktik dan 10 persen teori selama empat semester atau dua tahun pendidikan. Para pengajar berasal langsung dari kalangan praktisi industri, sedangkan pada semester akhir mahasiswa wajib menjalani magang industri sebagai syarat kelulusan.
“Semester empat mereka wajib magang di industri, karena 90 persen pembelajaran di sini praktik. Jadi lulusan kami diharapkan benar-benar siap kerja,” jelasnya.
Selain pendidikan vokasi, peserta didik juga berkesempatan memperoleh sertifikasi internasional dari berbagai perusahaan global seperti Cisco, Autodesk, Meta, dan Adobe, sesuai bidang yang dipilih, ditambah sertifikasi nasional Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
CCIT FTUI saat ini juga menjalin kemitraan dengan sejumlah universitas internasional di Malaysia seperti Management and Science University (MSU), Asia e University (AeU), dan Asia Metropolitan University (AMU), sehingga lulusan dapat melanjutkan studi S1 hanya dalam dua tahun melalui sistem transfer kredit.
Direktur CCIT Miktha Farid Alkadri, Dr.,S.Ars.,M.Ars sedang berpresentasi di hadapan edukatif bagi calon mahasiswa, guru, dan masyarakat umum di Open House CCIT FTUI 2.0 2026 vokasi profesional di bidang teknologi digital serta prospek karier masa mendatang, Sabtu (9/5/2026). [WAHANANEWS.CO / Hendrik Isnaini Raseukiy]
“Kami ingin lulusan CCIT bukan hanya siap kerja, tetapi juga punya kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang internasional dengan waktu yang lebih efisien,” ungkap Miktha.
Saat ini, CCIT FTUI memiliki sekitar 500 siswa aktif dan akan kembali membuka intake mahasiswa baru pada September 2026 melalui jalur undangan maupun tes seleksi. Dengan konsep pendidikan non-gelar profesional berbasis industri, CCIT FTUI terus memperkuat posisinya sebagai alternatif pendidikan vokasi modern yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja digital.
Alkadri juga menjelaskan Semester 1 sampai 3 mereka belajar di kampus bersama para praktisi yang memang berasal dari industri. Semester 4 wajib magang, karena praktik menjadi syarat utama kelulusan.
“Lulusan kami bisa langsung melanjutkan S-1 hanya dua tahun di universitas mitra internasional karena SKS sudah ditransfer,” ungkapnya.
Untuk biaya, program reguler offline dikenakan uang pangkal mulai Rp15 juta, dengan biaya semester bervariasi antara Rp8 juta hingga Rp11 juta tergantung jurusan. Sementara program PJJ sebagai pilot project mendapat potongan biaya dengan uang pangkal Rp10 juta dan biaya semester sekitar Rp6 juta.
Pendaftaran tersedia melalui jalur undangan bagi sekolah mitra maupun jalur tes umum. CCIT FTUI juga menyediakan sejumlah skema beasiswa dan subsidi biaya pendidikan bagi siswa berprestasi maupun calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Dengan konsep vokasi berbasis praktik dan koneksi industri yang kuat, CCIT FTUI menargetkan lulusannya siap kerja sekaligus memiliki peluang pendidikan global.
[Redaktur: Teunku Isnain Raseukiy]