WAHANANEWS.CO, Jakarta - Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, menekankan bahwa peringatan ini seharusnya tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi pengingat kolektif untuk memperkuat arah pembangunan pendidikan nasional agar lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan.
Politisi Fraksi PKS tersebut mengakui bahwa sejumlah kemajuan di sektor pendidikan memang layak diapresiasi.
Baca Juga:
Hardiknas 2026: Pemko Binjai Fokus pada Pemerataan Pendidikan Berkualitas
Komitmen pemerintah dalam melakukan pembenahan kebijakan serta mendorong reformasi pendidikan dinilai sebagai langkah positif.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa masih banyak tantangan besar yang harus segera diatasi agar kualitas pendidikan nasional benar-benar meningkat secara merata.
Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, rata-rata lama sekolah (RLS) di Indonesia tercatat baru mencapai 8,85 tahun.
Baca Juga:
Peringatan Hari Pendidikan Nasional Kabupaten Palas Tahun 2026
Angka ini masih berada di bawah target program wajib belajar 12 tahun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan akses pendidikan dan keberlanjutan belajar masih menjadi pekerjaan rumah yang signifikan, khususnya bagi masyarakat di daerah tertinggal dan kelompok rentan.
Selain itu, hasil Asesmen Nasional 2025 juga menunjukkan bahwa sekitar 50 persen peserta didik di Indonesia belum mencapai kompetensi minimum dalam bidang literasi dan numerasi.
Temuan ini menjadi indikator bahwa kualitas proses pembelajaran masih perlu ditingkatkan secara serius dan menyeluruh.