Dari sisi industri keuangan, Ceasarini Felicia dari Trimegah Sekuritas mengingatkan pentingnya mengubah pola pikir generasi muda dari sekadar konsumtif menjadi investor masa depan.
“Setiap orang memiliki tujuan finansial dan profil risiko berbeda sehingga strategi investasi juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup masing-masing,” jelas Ceasarini.
Baca Juga:
OJK Batasi Layanan Paylater, Ekonom INDEF: Pelindungan Konsumen Bakal Makin Kuat
Mahasiswa juga diperkenalkan pada konsep pasar modal, saham, obligasi, reksa dana, hingga pentingnya memahami “risk vs reward” agar tidak terjebak keputusan finansial yang gegabah.
Moderator diskusi, Irwa Rochimah Zarkasi, menilai tantangan generasi muda saat ini jauh lebih kompleks dibanding generasi sebelumnya karena hidup di bawah tekanan budaya digital yang begitu agresif.
Sementara itu, panitia kegiatan Cut Meutia Karolina menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kampus dan komunitas dalam membangun budaya literasi digital yang sehat di Indonesia.
Baca Juga:
Operasi Tanpa Izin hingga Proyek Fiktif, Bareskrim Kuak Dosa-dosa DSI
“Melalui keterlibatan JAPELIDI, forum ini tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga bagian dari gerakan nasional literasi digital yang melibatkan ratusan akademisi dan pegiat komunikasi di Indonesia,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi tamparan keras bahwa di era digital, ancaman finansial tidak lagi datang dalam bentuk yang menyeramkan. Justru kini hadir dalam wajah yang tampak praktis, cepat, dan menyenangkan—hingga tanpa sadar menjerat generasi muda dalam lingkaran utang digital.
[Redaktur: Teunku Isnaini Raseukiy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.