WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan Panduan Pembelajaran Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) serta Buku Kurasi STEM pada Jumat (26/9/2025).
Langkah ini menjadi upaya strategis untuk memperluas penerapan pendekatan STEM dalam sistem pendidikan nasional, sejalan dengan tantangan abad ke-21.
Baca Juga:
Pemerintah Bangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi, Satu Di antaranya Berlokasi di IKN
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menjelaskan bahwa pendekatan STEM memadukan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika dalam menyelesaikan persoalan nyata di kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, siswa tidak hanya dilatih berpikir kritis, tetapi juga diajak untuk berkolaborasi secara kontekstual sesuai kebutuhan zaman.
"Sains adalah satu hal yang sangat penting, karena kalau kita melihat arah masyarakat ke depan adalah masyarakat yang teknokratis. Yakni, masyarakat yang tidak hanya semakin terkoneksi dan melek teknologi, tapi masyarakat yang ditentukan oleh kemampuan mereka dalam bidang-bidang teknologi adalah satu hal yang sangat penting," kata Mu'ti dalam keterangan tertulis.
Baca Juga:
Tahun Ini, Kemendikdasmen Target Revitalisasi 71.744 Gedung Sekolah
Ia menegaskan bahwa penguatan sains merupakan bagian dari program prioritas Presiden untuk mencetak sumber daya manusia unggul.
Bagi Mu’ti, pendidikan sains tidak berhenti pada aspek teori, tetapi juga membentuk karakter peserta didik.
“Belajar sains bukan hanya teori, tapi membentuk karakter dan kesadaran transcendental,” ucapnya.