Pertama, ekoteologi yang mengintegrasikan kesadaran ekologis dengan nilai Islam dalam tata kelola pendidikan agar madrasah melahirkan generasi peduli bumi.
Kedua, cinta kemanusiaan yang berarti menumbuhkan empati, solidaritas, dan harmoni sosial lintas perbedaan.
Baca Juga:
Aspirasi Terwujud, Warga Ucapkan Terima Kasih Kepada Anggota DPRD Tapteng Madayansyah Tambunan
Ketiga, madrasah unggul terintegrasi, yakni mengokohkan mutu pendidikan berbasis teknologi, karakter, dan tata kelola modern yang menyatu dari perencanaan hingga implementasi.
Arskal menegaskan ketiga pilar ini menjadi fondasi agar madrasah tak hanya menjaga tradisi keislaman moderat, tetapi juga tampil sebagai pusat inovasi yang siap bersaing di kancah global.
"Madrasah harus menjadi laboratorium masa depan, ramah lingkungan, humanis, unggul, dan terhubung dengan dunia," kata dia.
Baca Juga:
Kakanwil Kemenag Sulut: Lebaran 1445 H Dirayakan Serentak oleh Ormas Islam
Delegasi Brunei Darussalam Hj Ernie Yusnani binti Hj Md Noor dari Jabatan Pengajian Islam KHEU, turut mengapresiasi penyelenggaraan forum ini.
Ia berharap kerja sama antarnegara MABIMS dapat melahirkan terobosan baru bagi pendidikan Islam di kawasan.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.