WAHANANEWS.CO - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 resmi dimulai secara serentak pada Senin (13/7).
Kegiatan yang berlangsung hingga 17 Juli 2026 itu menjadi momen awal bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter sebagai bekal menjalani pendidikan.
Baca Juga:
Murid Baru Wajib Tahu, Ini Rangkaian Kegiatan MPLS Ramah 2026 di SMA dan SMK
Suku Dinas Pendidikan (Sudin) Jakarta Barat I Agus Ramdani menyambut para peserta didik baru yang resmi bergabung di lingkungan sekolah. Dalam pesannya, Sudin Pendidikan Jakarta Barat I mengajak seluruh siswa menjadikan MPLS sebagai langkah awal untuk meraih cita-cita dan membangun masa depan.
"Hari ini adalah awal dari perjalanan untuk meraih mimpi dan membangun masa depan. Jadikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah sebagai momentum untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, teman-teman baru, serta menumbuhkan karakter yang berakhlak mulia, disiplin, berprestasi, dan saling menghormati," kata Agus dalam sambutannya usai mengikuti upacara bersama di SMA Negeri 17 Jakarta Barat di Jalan Mangga Besar, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat kepada WahanaNews.co, Senin (13/7/2026).
Melalui kegiatan MPLS, kata Agus, peserta didik diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru, memahami tata tertib, mengenal budaya sekolah, serta membangun hubungan yang baik dengan guru maupun sesama siswa.
Baca Juga:
Hari ke 2 Operasi Patuh, Sat Lantas Polres Kerinci Amankan 21 Kendaraan Bermotor Yang Melanggar
Sudin Pendidikan Jakarta Barat I juga mendorong seluruh peserta didik untuk memiliki semangat belajar yang tinggi, tidak takut bertanya, berani mencoba hal-hal baru, serta terus mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik.
Selain itu, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan mampu mengukir prestasi yang membanggakan bagi sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Dalam pelaksanaan MPLS tahun ini, sekolah juga diminta menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan. Lingkungan sekolah diharapkan menjadi ruang yang mendukung tumbuh kembang peserta didik sehingga benar-benar menjadi rumah kedua bagi mereka.