WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pernyataan akademisi IPB University, Meilanie Buitenzorgy, yang menyoroti pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendadak viral dan menuai polemik luas.
Meilanie menyebut riwayat pendidikan Gibran di Orchid Park Secondary School (Singapura) serta UTS Insearch (Australia) tidak bisa disetarakan dengan jenjang SMA di Indonesia.
Baca Juga:
Sjafrie Muncul di Bursa Capres 2029, Ray Rangkuti: Peluang Kandidat Individual Kian Terbuka
Bahkan sebelumnya, ia menuliskan analisis berani bahwa kualifikasi pendidikan Gibran hanya setara lulusan sekolah dasar (SD).
Menurut Meilanie, hal itu patut dipertanyakan mengingat ijazah luar negeri yang dimiliki Gibran menjadi dasar penyetaraan untuk masuk ke panggung politik nasional.
Sebagai akademisi yang menamatkan S1 di IPB University dan meraih gelar PhD dari University of Sydney, ia mengaku memiliki kewajiban moral untuk menyoroti isu tersebut.
Baca Juga:
Menyusuri Lokasi Bencana, Wapres Gibran Kawal Pemulihan Aceh Tamiang
Pernyataan itu langsung menyulut perdebatan publik dan menyeret nama IPB University dalam pusaran kontroversi.
Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Alfian Helmi, pada Kamis (25/9/2025) menegaskan bahwa pendapat Meilanie bersifat pribadi.
“Opini yang disampaikan oleh Saudari Meilanie Buitenzorgy sepenuhnya merupakan pendapat pribadi,” ucap Alfian.