Tingkat underemployment jurusan ini juga berada di angka 54,1 persen karena sifatnya yang luas dan interdisipliner.
Lulusan bidang ini banyak bekerja di sektor umum seperti pemasaran, pelayanan publik, atau administrasi, namun kurangnya spesialisasi membuat mereka sulit menembus posisi yang benar-benar relevan dengan latar belakang akademiknya.
Baca Juga:
Dear Calon Mahasiswa 2026, Ini Jurusan Kuliah dengan Prospek Kerja dan Gaji Tinggi
• Kebijakan Publik dan Hukum (Public Policy & Law)
Jurusan ini mencatat tingkat underemployment sebesar 53,9 persen karena untuk menjadi profesional seperti pengacara atau notaris diperlukan pendidikan lanjutan dan sertifikasi tambahan.
“Setelah lulus dari jurusan hukum, tak serta merta langsung bisa menjadi pengacara atau notaris,” demikian gambaran umum kondisi di lapangan.
Baca Juga:
Jurusan Kuliah Paling Disesali Lulusan di 2025, Jurnalistik di Posisi Teratas
Tanpa kualifikasi lanjutan seperti law school atau master of public policy di Amerika Serikat, banyak lulusan bekerja di sektor swasta, lembaga nonprofit, maupun posisi administratif.
• Seni Rupa (Fine Arts)
Tingkat underemployment jurusan Seni Rupa mencapai 53,4 persen karena industri seni bersifat sangat kompetitif dan banyak peluangnya berbasis freelance.