“Kalau dikelola dalam satu orkestrasi besar, hotel BUMN bisa menjadi jaringan hospitality nasional yang tidak hanya mengejar okupansi, tetapi juga mengangkat destinasi daerah dan ekonomi lokal,” ucapnya.
Tohom yang juga Ketua BPPH Pemuda Pancasila Pusat ini mengatakan bahwa konsolidasi hotel BUMN juga penting untuk mendukung pengembangan kawasan aglomerasi, pusat bisnis, bandara, kawasan wisata, dan kota-kota penyangga ekonomi baru.
Baca Juga:
Holding Logistik di Bawah Pos Indonesia, MARTABAT Prabowo-Gibran: Langkah Visioner untuk Perkuat Ekonomi Nasional
Ia menyebut jaringan hotel BUMN dapat menjadi instrumen penting untuk memperkuat mobilitas masyarakat, mendukung kegiatan pemerintahan dan bisnis, serta mempercepat pemerataan manfaat pariwisata ke berbagai daerah.
“Transformasi ini akan jauh lebih besar dampaknya bila hotel BUMN tidak hanya kuat di kota besar, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi di kawasan penyangga, destinasi prioritas, dan daerah yang sedang tumbuh,” ujar Tohom.
MARTABAT Prabowo-Gibran memandang langkah Danantara dan InJourney sebagai bagian dari agenda besar pemerintahan Prabowo-Gibran untuk menata ulang aset BUMN agar lebih sehat, tangguh, dan memberi manfaat langsung bagi perekonomian nasional.
Baca Juga:
UNS Gandeng Mitra Malaysia Latih UMKM Solo Raya, MARTABAT Prabowo-Gibran: Kolaborasi Global Perkuat Ekonomi Lokal
Tohom berharap konsolidasi ini diikuti inovasi layanan, digitalisasi sistem reservasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan merek hotel nasional, serta kerja sama dengan pelaku UMKM di sekitar destinasi wisata.
“Hotel BUMN harus menjadi etalase keramahan Indonesia, etalase profesionalisme BUMN, dan etalase keberpihakan negara pada pertumbuhan ekonomi rakyat,” tutur Tohom.
Ia menilai keberhasilan integrasi hotel BUMN di bawah InJourney akan menjadi contoh bahwa transformasi aset negara dapat menghasilkan nilai tambah besar bila dijalankan dengan visi, tata kelola, dan keberanian mengambil keputusan strategis.