WAHANANEWS.CO, Jakarta - Listrik kini menjadi salah satu kebutuhan dasar yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Tidak hanya berfungsi sebagai sumber penerangan, kehadiran listrik juga membuka peluang usaha, mendukung proses pendidikan, mempercepat transformasi ekonomi, serta meningkatkan produktivitas masyarakat di berbagai sektor.
Baca Juga:
PLN Hadirkan Promo JUNIVAGANZA, Beli Token Listrik di PLN Mobile Dapat Voucher Rp10.000
Untuk itu, PT PLN (Persero) terus berupaya memperluas akses kelistrikan hingga menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di seluruh Indonesia.
Upaya pemerataan akses energi tersebut membuahkan hasil positif sepanjang tahun 2025.
PLN mencatat penambahan sebanyak 3,3 juta pelanggan baru, sehingga total pelanggan yang terlayani mencapai 96,2 juta pelanggan.
Baca Juga:
PLN Hadirkan Listrik 24 Jam untuk 1.396 Rumah Tangga di Pegunungan Arfak, Warga Kini Nikmati Energi Sepanjang Hari
Pertumbuhan ini berasal dari penyambungan listrik reguler maupun berbagai program strategis yang bertujuan meningkatkan rasio elektrifikasi nasional.
Sejumlah program yang berkontribusi terhadap pertumbuhan pelanggan tersebut antara lain Program Listrik Desa (Lisdes), program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang dijalankan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta program Light Up The Dream (LUTD) yang didanai melalui donasi sukarela pegawai PLN untuk membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan sambungan listrik secara gratis.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa keberhasilan perluasan akses listrik tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah, khususnya Kementerian ESDM, yang terus mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur energi nasional.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan infrastruktur berkeadilan sebagai salah satu prioritas nasional.
Ilustrasi petugas PLN saat melakukan penyambungan listrik baru. Sepanjang tahun 2025, jumlah pelanggan PLN mencapai 96,2 juta, meningkat 3,3 juta pelanggan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dukungan Pemerintah yang kuat menjadi fondasi penting bagi PLN untuk menjalankan mandat menghadirkan listrik hingga ke pelosok negeri. Listrik bukan sekadar energi, tetapi menjadi penggerak produktivitas, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Darmawan.
Selain memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat, peningkatan jumlah pelanggan juga memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan.
Pada tahun 2025, pendapatan dari penyambungan pelanggan baru mencapai Rp2,24 triliun atau meningkat 28,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan pelanggan berasal dari segmen rumah tangga. Jumlah pelanggan rumah tangga meningkat sebanyak 2,74 juta pelanggan atau tumbuh sekitar 3,2 persen secara tahunan (year on year/YoY), dari 84,66 juta pelanggan pada 2024 menjadi 87,40 juta pelanggan pada 2025.
Pertumbuhan ini menunjukkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan kelistrikan yang andal.
Di sektor usaha, aktivitas ekonomi yang semakin bergeliat turut mendorong peningkatan kebutuhan energi.
Jumlah pelanggan pada segmen bisnis meningkat sekitar 8,8 persen YoY, dari 5,15 juta pelanggan menjadi 5,60 juta pelanggan.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin berkembangnya aktivitas perdagangan, jasa, dan usaha mikro hingga menengah di berbagai daerah.
Sementara itu, segmen industri mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi. Jumlah pelanggan industri naik sekitar 18,6 persen secara tahunan, dari 253 ribu pelanggan menjadi 300 ribu pelanggan.
Kenaikan ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan listrik untuk mendukung aktivitas produksi, investasi, serta pengembangan sektor industri nasional yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Masyarakat di Desa Ilan Batu Uru, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, kini dapat menikmati listrik selama 24 jam penuh setelah PLN membangun infrastruktur kelistrikan melalui Program Listrik Desa (Lisdes). Peningkatan jumlah pelanggan PLN tidak hanya berasal dari penyambungan reguler, tetapi juga didorong oleh berbagai program pemerataan akses listrik, seperti Lisdes, Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM, serta program Light Up The Dream (LUTD) yang didanai melalui donasi pegawai PLN.
"Peningkatan jumlah pelanggan ini menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha di Indonesia, sekaligus mencerminkan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan telah dimanfaatkan oleh berbagai lapisan masyarakat,” imbuh Darmawan.
Tak hanya sektor rumah tangga, bisnis, dan industri, pertumbuhan pelanggan juga terjadi pada segmen sosial dan pemerintah.
Pelanggan sosial meningkat sekitar 4 persen dari 2,09 juta menjadi 2,17 juta pelanggan. Sementara itu, pelanggan pemerintah bertambah dari 629 ribu menjadi 659 ribu pelanggan atau tumbuh sekitar 4,8 persen.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya kebutuhan listrik pada berbagai fasilitas pelayanan publik, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, rumah ibadah, serta infrastruktur sosial lainnya.
PLN menilai peningkatan jumlah pelanggan di seluruh segmen tersebut menjadi indikator positif bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang dilakukan selama ini telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih merata.
“Ke depan, PLN akan terus memperkuat infrastruktur kelistrikan, memperluas akses energi, serta meningkatkan keandalan pasokan listrik guna mendukung pemerataan pembangunan, pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia,” tutup Darmawan (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]