Ia menjelaskan, kolaborasinya dengan Gates Foundation sejatinya telah berlangsung hampir satu dekade, berawal dari eksplorasi bersama mengenai pemanfaatan teknologi baru untuk memperluas peluang serta mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Saya sangat termotivasi untuk membawa pengalaman saya di bidang keuangan global, kebijakan ekonomi, dan tata kelola yang baik ke dalam upaya-upaya penting ini untuk menyelamatkan nyawa dan meningkatkan taraf hidup,” ujar Sri Mulyani.
Baca Juga:
Tutut Soeharto Gugat Menkeu Purbaya di PTUN Jakarta Soal Cekal ke Luar Negeri
Dalam struktur Dewan Direksi, Sri Mulyani akan bekerja bersama Ashish Dhawan, Helene Gayle, Strive Masiyiwa, Thomas J Tierney, Mark Suzman, serta Bill Gates.
Sementara itu, Baroness Nemat atau Minouche Shafik saat ini tengah menjalani cuti karena mengemban tugas sebagai kepala penasihat ekonomi Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer.
Pada kesempatan yang sama, Gates Foundation juga mengumumkan pembentukan Divisi Kantor Afrika dan India atau Africa and India Office (AIO) sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi globalnya.
Baca Juga:
Heboh Konten Viral Putra Menkeu: Purbaya Akui Yudo Masih Bocah dan Larang Pakai IG
Divisi baru tersebut dipimpin Ankur Vora sebagai Presiden AIO, yang tetap merangkap jabatan sebagai Kepala Strategi Gates Foundation.
AIO dibentuk dengan tujuan menyatukan seluruh kantor Gates Foundation di Afrika dan India guna memperkuat suara kawasan dan negara dalam perumusan strategi, penetapan prioritas, serta pelaksanaan program.
Vora yang bergabung dengan Gates Foundation sejak 2013 selama ini berperan memberi nasihat strategis kepada ketua dan CEO terkait fokus investasi, arah jangka panjang, serta peta jalan menuju penutupan yayasan pada 2045.