WAHANANEWS.CO, Jakarta - MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif penggabungan tujuh anak usaha BUMN sektor logistik ke dalam satu entitas sebagai langkah strategis untuk membangun ekosistem logistik nasional yang lebih efisien, terintegrasi, dan berorientasi pada kepentingan ekonomi rakyat.
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba mengatakan, konsolidasi BUMN logistik merupakan bagian penting dari agenda besar pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pembenahan rantai pasok.
Baca Juga:
Ketua PDPM Muara Enim Ajak Warga Tak Terprovokasi Isu Politik
“Logistik adalah urat nadi ekonomi, sehingga ketika BUMN logistik disatukan dalam struktur yang lebih rapi, maka yang dibangun bukan hanya perusahaan yang lebih besar, tetapi juga sistem distribusi nasional yang lebih kuat,” ujar Tohom, Rabu 01/07/2026.
Menurut Tohom, penetapan PT Multi Terminal Indonesia atau MTI sebagai surviving entity menunjukkan adanya arah konsolidasi yang jelas agar fungsi usaha yang selama ini tersebar dapat bergerak dalam satu kendali korporasi yang lebih efektif.
“Selama ini tantangan logistik Indonesia bukan hanya soal jarak dan infrastruktur, tetapi juga koordinasi antarlembaga, tumpang tindih fungsi, biaya operasional, dan kecepatan layanan,” katanya.
Baca Juga:
Prabowo Blak-blakan Akan Tutup 800 BUMN yang Rugi, Sebut Negara Bisa Hemat Triliunan
Tohom menilai, penyatuan tujuh entitas BUMN logistik merupakan keputusan visioner karena dapat menjadi pintu masuk untuk menurunkan biaya logistik nasional secara bertahap tanpa mengabaikan aspek hukum, tenaga kerja, perpajakan, dan operasional.
“Kalau fase transisi 12 bulan ini dijalankan dengan disiplin, maka konsolidasi ini bisa menjadi model penataan BUMN yang sehat, terukur, dan memberi dampak nyata bagi pelaku usaha maupun masyarakat,” ucapnya.
Ia mengatakan, efisiensi logistik akan sangat menentukan daya saing produk nasional, terutama untuk sektor pangan, pupuk, semen, energi, industri, pelabuhan, dan perdagangan antardaerah.
“Biaya logistik yang lebih rasional akan membantu harga barang lebih terkendali, distribusi lebih lancar, dan pelaku usaha di daerah memiliki ruang tumbuh yang lebih baik,” ujarnya.
Tohom yang juga Ketua Umum BPPH Pemuda Pancasila ini mengatakan bahwa konsolidasi BUMN logistik juga harus dilihat sebagai bentuk kehadiran negara dalam menata sektor strategis agar tidak berjalan sendiri-sendiri tanpa arah yang terhubung.
“Negara tidak boleh membiarkan sektor logistik bergerak parsial, karena logistik menyangkut pangan, industri, pembangunan daerah, dan pemerataan ekonomi,” katanya.
Menurut Tohom, rencana Danantara untuk mengkaji fase kedua dengan melibatkan entitas cargo owner dari sektor pupuk dan semen perlu didukung karena dua komoditas tersebut memiliki peran besar dalam ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur.
“Kalau pupuk dan semen masuk dalam desain logistik yang lebih terintegrasi, maka manfaatnya akan sangat terasa bagi petani, pelaku konstruksi, pemerintah daerah, dan masyarakat luas,” ujarnya.
Ia menyebut, masa transisi 12 bulan harus dimanfaatkan untuk membangun tata kelola baru yang transparan, profesional, dan berbasis indikator kinerja yang jelas.
“Jangan sampai penggabungan hanya berhenti pada perubahan struktur hukum, karena yang paling penting adalah perubahan cara kerja, kecepatan layanan, efisiensi biaya, dan akuntabilitas perusahaan,” ucapnya.
Tohom berharap konsolidasi BUMN logistik menjadi fondasi baru bagi Indonesia untuk membangun sistem distribusi nasional yang lebih modern, kompetitif, dan mampu mendukung agenda hilirisasi serta pemerataan pembangunan.
“MARTABAT Prabowo-Gibran melihat langkah ini sebagai bagian dari arah besar pemerintahan yang ingin membuat BUMN lebih fokus, lebih efisien, dan lebih bermanfaat bagi rakyat,” ujar Tohom.
Sebelumnya, tujuh anak usaha BUMN di sektor logistik resmi bergabung dalam satu entitas melalui penandatanganan Shareholder Agreement dan akta penggabungan di Pos Bloc Jakarta pada Selasa 30/06/2026.
Sebelumnya, Ketua Steering Committee PMO Konsolidasi BUMN Logistik sekaligus Direktur Utama PT Pos Indonesia Daud Joseph menyatakan PT Multi Terminal Indonesia ditetapkan sebagai perusahaan yang tetap bertahan setelah proses penggabungan.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]