WahanaNews.co, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat kegiatan penjajakan bisnis (business matching) yang difasilitasi Atase Perdagangan RI di Seoul, Korea Selatan, sepanjang semester I 2026 berhasil mendorong realisasi ekspor produk unggulan Indonesia sekaligus membuka peluang transaksi baru di pasar Negeri Ginseng.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan sebanyak 59 kegiatan business matching telah diselenggarakan selama periode tersebut. Kegiatan itu terdiri atas 12 pertemuan secara daring dan 47 pertemuan luring yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli potensial di Korea Selatan.
Baca Juga:
Kemendag Terima 1.911 Layanan Konsumen, Aduan Elektronik dan Kendaraan Paling Dominan
"Business matching menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas akses pasar ekspor Indonesia. Melalui perwakilan perdagangan RI, pelaku usaha didampingi bertemu dengan calon pembeli dalam proses negosiasi hingga realisasi transaksi. Kami berharap semakin banyak produk Indonesia yang mampu menembus pasar global, termasuk Korea Selatan," ujar Puntodewi.
Menurut dia, business matching merupakan salah satu strategi Kemendag dalam memperluas jangkauan ekspor Indonesia. Selain mempertemukan eksportir dengan calon pembeli, pemerintah juga mengawal proses negosiasi hingga menghasilkan transaksi perdagangan.
Kegiatan business matching secara luring diselenggarakan bertepatan dengan sejumlah agenda promosi dagang, yakni ASEAN Panorama pada 28–29 Mei 2026, Gongneung Forest Trail Coffee Festival pada 13–14 Juni 2026, dan Korea Import Expo pada 23–25 Juni 2026.
Baca Juga:
Kemendag Buka Seleksi Peserta Saudi Fashion & Tex Expo 2026, Pelaku Usaha Diajak Perluas Pasar Ekspor
Dari rangkaian kegiatan tersebut, sejumlah transaksi ekspor berhasil direalisasikan. Salah satunya dilakukan CV Hortindo Agrokencana Farm yang mengekspor produk crispy sweet potato stick kepada Family International Co., Ltd. dengan nilai 25.790 dollar AS atau sekitar Rp 462,7 juta.
Selain itu, PT Indo Risakti berhasil merealisasikan ekspor produk furnitur kepada Dear Rounder Studio dengan nilai 6.512 dollar AS atau sekitar Rp 116,83 juta.
Atase Perdagangan RI di Seoul, Roesfitawati, mengatakan minat pelaku usaha Korea Selatan terhadap produk Indonesia terus menunjukkan tren positif. Selain menghasilkan transaksi ekspor, sejumlah business matching kini telah memasuki tahap negosiasi lanjutan.
"Kami akan terus mengawal komunikasi antara eksportir Indonesia dan buyer agar peluang tersebut dapat segera terealisasi menjadi transaksi," kata Roesfitawati.
Ia menjelaskan, salah satu peluang kerja sama berasal dari sektor produk berbasis kayu. Perusahaan Korea Selatan, DSP Co., Ltd., saat ini tengah menunggu pengiriman sampel wood powder dan wood pellet dari Indonesia sebagai tindak lanjut proses penjajakan bisnis.
Di sektor perikanan, Atase Perdagangan RI Seoul juga memfasilitasi penjajakan bisnis setelah Samsung Welstory menyampaikan kebutuhan produk braided frozen shrimp dan frozen squid dari Indonesia.
Sementara itu, importir Korea Selatan, Yujin Co., Ltd., yang telah lebih dari 15 tahun mengimpor keripik singkong Indonesia untuk jaringan restoran Kyochon, kini tengah menjajaki kerja sama dengan UKM PT Pareto Estu Guna untuk pengadaan berbagai varian produk keripik Indonesia.
"Kepercayaan buyer Korea Selatan terhadap produk Indonesia terus meningkat. Hal ini terlihat dari adanya importir yang tidak hanya mempertahankan kerja sama jangka panjang, tetapi juga mulai menjajaki produk-produk baru dari Indonesia. Kami akan terus memanfaatkan momentum ini untuk mendorong diversifikasi ekspor dan memperluas peluang pasar bagi pelaku usaha Indonesia," ujar Roesfitawati.
Sementara itu, perwakilan CV Hortindo Agrokencana Farm, Ahmad Hadi R., mengatakan pendampingan yang diberikan Kemendag berperan penting dalam membantu perusahaannya memasuki pasar Korea Selatan.
"Kami sangat terbantu karena dipertemukan dengan buyer di Korea Selatan dan terus didampingi hingga berhasil memperoleh pesanan. Kami berharap dapat terus difasilitasi mengikuti pameran makanan di Korea Selatan agar semakin banyak peluang pasar yang dapat dijangkau," ujar Ahmad.
[Redaktur: Jupriadi]