WahanaNews.co, Jakarta - Sebanyak 3.190 pencari kerja memadati Career Fest & Bazar yang digelar di Gelanggang Olahraga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (28/7/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 28–29 Juli 2026, tersebut menyediakan 2.000 lowongan pekerjaan dari 37 perusahaan sebagai upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Career Fest & Bazar yang diselenggarakan Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) Kota Administrasi Jakarta Timur juga menghadirkan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Tercatat, lima perusahaan membuka formasi khusus bagi pelamar disabilitas sesuai kualifikasi yang dibutuhkan.
Baca Juga:
Antisipasi Tawuran Meluas, Pemkot Jakarta Timur Perkuat Pengawasan Wilayah dan Layanan Publik
Kegiatan dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Timur, Fauzi. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha, tetapi juga menyediakan berbagai program peningkatan kompetensi melalui Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) dan sejumlah pelatihan keterampilan lainnya.
"Di tempat ini menyediakan 37 pelaku usaha swasta, mereka menyediakan lapangan pekerjaan. Termasuk ada lima perusahaan yang menyiapkan untuk teman-teman difabel, tentunya ada berbagai persyaratan," kata Fauzi.
Menurut Fauzi, pameran kerja yang berlangsung setiap hari pukul 10.00 hingga 16.00 WIB itu menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Baca Juga:
PMI Jakarta Timur dan Yayasan Amway Peduli Salurkan 100 Paket Perlengkapan Sekolah untuk Anak Panti Asuhan
Selain melamar pekerjaan, para peserta juga dapat memperoleh informasi mengenai berbagai program pelatihan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Melalui pelatihan tersebut, pencari kerja diharapkan memiliki kompetensi yang lebih baik sehingga tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu membangun usaha secara mandiri.
"Ini juga menjadi ruang pertemuan antara swasta dan dari pemerintah. Oleh karenanya kita berkolaborasi dengan para penyedia pelatihan. Ada PPKD, ada pelatihan kelas, dan sebagainya, mereka kita salurkan ke sana untuk mendapatkan skill," ungkapnya.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama penyelenggaraan. Salah satunya Wawan (60), warga Cilangkap, yang datang untuk mendampingi anaknya mencari pekerjaan di sela libur kuliah.