Meski demikian, membangun kesadaran masyarakat terkait dampak industri fesyen terhadap lingkungan bukan perkara mudah. Edukasi menjadi tantangan tersendiri yang terus diupayakan oleh tim.
“Masih banyak yang belum memahami dampak lingkungan dari pakaian yang kita gunakan. Harapannya, produk kami bisa lebih dikenal karena tidak hanya menawarkan desain, tetapi juga memperhatikan pengelolaan limbah,” kata Mufida.
Sejalan dengan semangat Campuspreneur, langkah VersaLayer menjadi gambaran tumbuhnya wirausaha muda yang tidak hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga membawa misi sosial dan lingkungan. Dari potongan denim yang semula terabaikan, lahir karya yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga menyimpan harapan akan masa depan yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga:
Produk Fesyen Indonesia Catatkan Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Pop Up Store Kobe-Jepang 2026
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.