WAHANANEWS.CO, Jakarta - Fenomena tutupnya sejumlah dealer mobil Honda di Indonesia makin ramai diperbincangkan setelah dalam dua tahun terakhir satu per satu jaringan penjualan tersebut menghentikan operasinya di tengah perubahan besar industri otomotif nasional.
Penutupan terbaru mencuat dari dealer Honda Pondok Pinang yang mengumumkan pamit melalui media sosial, sekaligus menyampaikan terima kasih atas dukungan pelanggan selama ini meski jaringan perusahaan di bawah Megatama Grup tersebut masih tetap beroperasi di lokasi lain.
Baca Juga:
Mudik Aman dengan Kendaraan Pribadi, Ini Persiapan Penting Sebelum Perjalanan
Dalam pantauan di kawasan Halim, terlihat pula sebuah dealer Honda yang telah berhenti beroperasi dan memasang spanduk pemberitahuan perubahan menjadi dealer merek lain, menandakan pergeseran lanskap bisnis otomotif yang semakin nyata.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai fenomena ini sebagai tantangan serius bagi produsen otomotif Jepang yang selama ini mendominasi pasar Indonesia, terutama dalam menghadapi perubahan preferensi konsumen yang bergerak cepat.
"Saya kira itu juga challenge untuk brand Jepang ya karena semuanya ini kan berkaitan dengan market," kata Agus dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).
Baca Juga:
RI-Jepang Perkuat Kolaborasi Menuju Industri Otomotif Rendah Karbon
Ia menegaskan bahwa kemampuan membaca kebutuhan pasar menjadi kunci utama agar produsen tetap relevan di tengah kompetisi yang semakin ketat.
"Jadi dia harus bisa menyesuaikan apa yang menjadi keinginan market," ujarnya.
Perubahan tren ini, lanjutnya, tidak terlepas dari pergeseran besar menuju kendaraan listrik yang kini menjadi fokus utama pemerintah dalam mendorong transformasi industri otomotif nasional.
Menurut Agus, pemerintah telah memberikan arahan jelas untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di berbagai segmen, mulai dari mobil, motor, hingga kendaraan niaga seperti truk dan bus.
"Saya kira itu produsen-produsen Jepang harus bisa melihat bahwa kita akan shifting ke situ," katanya.
Ia menambahkan bahwa arah kebijakan tersebut merupakan mandat langsung dari Presiden agar Indonesia segera beralih penuh ke kendaraan listrik.
"Ini arahan langsung dari Bapak Presiden agar kita bisa segera full pada EV, baik itu motor maupun mobil termasuk truk, termasuk bus juga," ucapnya.
Dari sisi penjualan, tekanan terhadap Honda terlihat cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Pada 2023, penjualan retail Honda masih mencapai 128.010 unit sebelum turun menjadi 103.023 unit pada 2024 dan kembali merosot tajam menjadi 71.233 unit pada 2025.
Penurunan tersebut tercatat mencapai 31.790 unit atau sekitar 30,9 persen, mencerminkan tantangan besar yang dihadapi produsen dalam mempertahankan pangsa pasar di tengah perubahan tren dan kehadiran pemain baru yang lebih agresif dan inovatif.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]