Infrastruktur ini dirancang untuk melayani kebutuhan pengisian di area dengan mobilitas tinggi (high traffic area) serta mendukung waktu pengisian yang cepat (fast turnaround time).
Dari sisi efisiensi, teknologi ini mampu memangkas waktu pengisian baterai secara signifikan.
Baca Juga:
Angka Kejahatan Turun 22 Persen, Efek Hologram Polisi di Taman Seoul
Untuk mencapai State of Charge (SoC) dari 10 persen hingga 80 persen, kategori medium charging membutuhkan waktu sekitar 50 menit.
Sementara pada kategori ultra fast charging, durasinya hanya sekitar 20 menit.
Tidak hanya mengedepankan kecepatan, fasilitas ini juga dilengkapi area tunggu yang nyaman dan representatif.
Baca Juga:
Denpasar Disambangi Influencer, AirNav Tampilkan Teknologi dan Inovasi AI
Konsep yang diusung mengubah fungsi SPKLU dari sekadar titik pengisian daya menjadi destination charging sekaligus lifestyle hub yang menunjang pengalaman pelanggan (customer experience).
Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Edwin Nugraha Putra (kedua dari kanan), Presiden Komisaris MEBI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (ketiga dari kanan), COO MEBI, Andrew Limbert (kiri), CEO Huawei Digital Power Indonesia, Jin Song (kedua dari kiri), CEO MEBI, Alan Budikusuma (ketiga dari kiri), dan Head of Marketing Summarecon Serpong Ferry Susanto (kanan) meresmikan SPKLU Center Signature 400 kW di Gading Serpong, Tangerang pada Sabtu (14/2/2026).
"Hadirnya SPKLU Signature ZORA ini merupakan manifestasi dari transformasi layanan PLN yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Kami tidak hanya menyediakan tempat pengisian daya, tetapi menghadirkan ekosistem gaya hidup baru bagi pengguna EV. Dengan teknologi ultra-fast charging dan integrasi AI, kami ingin memastikan bahwa transisi menuju mobilitas hijau menjadi pengalaman yang menyenangkan, cerdas, dan tanpa hambatan,” jabar Edwin.