WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memastikan keandalan pasokan listrik selama rangkaian Pementasan Jalan Salib Kreatif serta Ibadat Jumat Agung yang digelar di Gereja Katedral Jakarta pada Jumat (3/4/2026).
Upaya ini dilakukan untuk menjamin seluruh kegiatan keagamaan dapat berlangsung lancar, aman, serta memberikan kenyamanan bagi umat dalam menjalankan ibadat dengan khidmat.
Baca Juga:
Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Tetapkan Tarif Listrik Triwulan II 2026 Tetap
Dalam mendukung kelancaran acara tersebut, PLN UID Jakarta Raya menerapkan sistem pengamanan listrik berlapis dengan skema dua sumber tegangan.
Pasokan utama disuplai melalui Uninterruptible Power Supply (UPS) PLN berkapasitas 1x300 kVA yang terhubung dengan jaringan tegangan menengah di wilayah pusat Jakarta.
Selain itu, sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan gangguan, PLN juga menyiapkan genset cadangan berkapasitas 1x100 kVA yang siap digunakan sewaktu-waktu.
Baca Juga:
PLN Catat Rekor Transaksi SPKLU Tertinggi Saat Mudik Lebaran 2026
Tak hanya dari sisi infrastruktur, PLN juga menurunkan personel siaga baik di lokasi kegiatan maupun di pusat pengendalian sistem.
Petugas ini bertugas melakukan pemantauan secara real-time untuk memastikan kondisi kelistrikan tetap stabil selama berlangsungnya Pementasan Jalan Salib Kreatif hingga Ibadat Jumat Agung selesai dilaksanakan.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menjelaskan bahwa keandalan listrik merupakan elemen krusial dalam menunjang kelancaran kegiatan ibadat, terutama pada momen penting keagamaan.
Suasana Pementasan Jalan Salib Kreatif dan Ibadat Jumat Agung di Gereja Katedral, Jakarta, Jumat (3/4/2026), tampak dipadati umat yang mengikuti rangkaian acara dengan khidmat, didukung pasokan listrik andal dari PLN UID Jakarta Raya.
“Pementasan Jalan Salib Kreatif dan Ibadat Jumat Agung membutuhkan pasokan listrik yang stabil agar seluruh rangkaian dapat berjalan sesuai rencana. PLN memastikan listrik andal supaya umat dapat mengikuti ibadat dengan tenang dan penuh penghayatan,” ujar Andy.
Ia menambahkan bahwa kesiapan kelistrikan yang dilakukan PLN merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat di berbagai momentum penting.
“Setiap momen ibadat memiliki arti penting bagi umat. Karena itu, kami menyiagakan sistem pengamanan berlapis dan petugas di lapangan agar pasokan listrik tetap aman dan stabil sepanjang kegiatan,” tambah Andy Adcha.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Menteng, Hendratua P. Manurung, mengungkapkan bahwa sistem pengamanan listrik dirancang dengan pendekatan teknis yang efektif dan menyeluruh.
Hal ini bertujuan agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan cepat tanpa mengganggu jalannya kegiatan.
Tampak UPS PLN berkapasitas 300 kVA yang disiapkan di area Gereja Katedral sebagai salah satu sistem pengamanan pasokan listrik selama Pementasan Jalan Salib Kreatif dan Ibadat Jumat Agung.
“Kami menyiapkan pasokan utama dan cadangan yang saling membackup. Jika terjadi kendala di satu jalur, pasokan dapat langsung dialihkan sehingga listrik tetap menyala dan kegiatan ibadat tidak terganggu,” jelas Hendratua.
PLN UID Jakarta Raya menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk peribadatan lintas agama.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pelayanan optimal kepada warga DKI Jakarta agar setiap aktivitas dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan tanpa hambatan (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]