WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ekonom InFast Institute, Gede Sandra, menilai rencana pemerintah menerbitkan Patriot Bond merupakan langkah tepat untuk menarik kembali dana hasil pengelolaan sumber daya alam (SDA) Indonesia yang selama puluhan tahun diduga bocor akibat praktik under-invoicing dan transfer pricing.
Menurut Gede, setelah pemerintah membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) untuk menghentikan kebocoran yang masih berlangsung, langkah berikutnya adalah mengupayakan agar dana yang telah terlanjur keluar selama tiga dekade terakhir dapat kembali ke Indonesia melalui skema Patriot Bond.
Baca Juga:
Ratusan BUMN Tak Efisien Akan Ditutup, MARTABAT Prabowo-Gibran: Negara Tak Boleh Terus Menanggung Beban
Menurut Gede, praktik under-invoicing dan transfer pricing selama ini telah memfasilitasi penghindaran pajak yang pada akhirnya menguntungkan segelintir kelompok kaya, sementara negara kehilangan potensi penerimaan yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan.
"Dampaknya tentu dirasakan masyarakat. Negara kehilangan penerimaan yang seharusnya bisa digunakan untuk membiayai pembangunan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja," ujar Gede, Jumat (18/7).
Gede menyebut, nilai dana yang diduga bocor sangat besar. Bahkan, terdapat estimasi yang menyebut akumulasi kebocoran tersebut mencapai sekitar Rp15.000 triliun, yang sebagian tersebar di berbagai negara yang dikenal sebagai surga pajak, termasuk Singapura.
Baca Juga:
Rosan Ungkap Asal Listrik RI yang Bakal di Ekspor ke Singapura
Menurutnya, apabila sebagian dana tersebut dapat kembali ke Indonesia melalui Patriot Bond, manfaatnya akan sangat besar bagi perekonomian nasional.
"Bayangkan bila sebagian dana itu bisa kembali dan digunakan untuk membiayai hilirisasi, pembangunan industri logam, kimia, hingga farmasi dasar. Pada akhirnya, masyarakat yang akan merasakan manfaatnya," ujar Gede.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan Patriot Bond. Pemerintah, menurutnya, perlu memastikan adanya akuntabilitas publik agar kebijakan tersebut mendapat kepercayaan masyarakat.