Aji menjelaskan hampir 90 persen nasabah Gotrade yang berinvestasi di NASDAQ dan NYSE, juga memiliki portofolio bursa saham lokal di Indonesia. Dari total portofolio tersebut, investor rata-rata mengalokasikan hanya sekitar sepertiga investasinya untuk produk keuangan di AS.
"Mayoritas tetap berinvestasi di berbagai saham di Bursa Efek Indonesia. Artinya, pengguna Gotrade sudah secara sadar melakukan praktik diversifikasi risiko antara bursa lokal dan global,” tambahnya.
Baca Juga:
Kecelakaan di Jalur Kamojang Bandung, Pasangan Pemudik Asal Depok Tewas
Ia berharap platform seperti Gotrade ke depannya mendapatkan dukungan regulasi yang semakin kuat. Gotrade melihat adanya momentum untuk memperkuat fundamental industri ini, khususnya dengan disahkannya Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang baru saja disahkan.[zbr]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.