WahanaNews.co, Depok - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengajak generasi muda untuk terus berinovasi dan beradaptasi menghadapi dinamika masa depan dunia kerja. Ia juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan (changemakers) dalam menjawab tantangan global yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikan Roro saat menjadi pembicara kunci dalam acara The 17th Student Research Days yang digelar oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia di Kampus UI, Depok, Rabu (15/4). Kegiatan ini mengusung tema “Igniting Innovation: Navigating the Future of Work as Student Changemakers”.
Baca Juga:
Wamendag Roro Dorong Respons Kolektif ASEAN Hadapi Tekanan Geopolitik Global
Di hadapan mahasiswa, Roro menegaskan bahwa perubahan yang terjadi sangat cepat, terutama akibat perkembangan teknologi, menuntut kesiapan sumber daya manusia yang adaptif dan kompetitif. Indonesia, menurutnya, perlu strategi yang tepat agar mampu bersaing di pasar global.
“Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence, telah mengubah cara kerja, jenis pekerjaan, serta keterampilan yang dibutuhkan di masa depan. Dalam konteks ini, mahasiswa memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai problem solver, talenta digital, inovator, dan pemimpin masa depan,” ujarnya.
Roro juga mengutip proyeksi World Economic Forum yang menyebutkan bahwa sekitar 39 persen keterampilan saat ini akan berubah pada 2030. Hal ini menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas dan kompetensi secara berkelanjutan.
Baca Juga:
Wamendag Roro Bahas Implementasi RCEP dan Aksesi CPTPP dengan Singapura
Selain teknologi, kualitas sumber daya manusia dinilai tetap menjadi faktor kunci dalam menentukan masa depan dunia kerja. Dalam sektor perdagangan, Roro mendorong pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk memanfaatkan transformasi digital guna memperluas pasar, meningkatkan efisiensi, serta menciptakan model bisnis inovatif.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Kementerian Perdagangan Republik Indonesia memiliki tiga fokus program utama pada 2026, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta program “Dari Lokal untuk Global”.
“Program ini membuka peluang besar bagi UMKM dan mahasiswa Indonesia untuk berkontribusi, terutama dalam mengembangkan kapasitas dan kompetensi agar mampu bersaing di tingkat global,” kata Roro.
[Redaktur: Jupriadi]