WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sejumlah komoditas hortikultura menjadi penyebab terjadi inflasi tahunan pada Juli 2026.
Badan Pusat Statistik mencatat deflasi bulanan pada Juli 2026 mencapai 0,14% yang didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan deflasi mencapai 0,89% dan andil 0,26%.
Baca Juga:
BPS Catat Indonesia Impor Emas 2,5 Ton April 2026, dari Hongkong-Australia dan UEA
Adapun komoditas yang dominan mendorong deflasi pada kelompok tersebut adalah mendorong deflasi adalah bawang merah andil deflasi 0,11%, cabai merah dan rawit masing-masing memiliki andil deflasi 0,06%, telur ayam ras dan tomat masing-masing andil deflasi 0,03%, serta jeruk yang memiliki andil deflasi 0,02%.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan bahwa deflasi yang terjadi atas komoditas tersebut karena adanya panen di sentra utama.
"Produksi komoditas hortikultura naik seperti bawang merah, cabai merah dan rawit, terjadi di beberapa daerah sentra misalnya, bawang merah di Malang, Brebes, dan juga Kendal," ucapnya saat konferensi pers, Senin (3/7/2026).
Baca Juga:
Bank Indonesia: Inflasi November 2024 Terkendali dan Menurun Secara Tahunan
Selain itu, ada juga kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang memberikan andil deflasi 0,06% pada Juli 2026. Adapun deflasi pada kelompok ini disebabkan oleh turunnya harga emas secara bulanan.
"Deflasi perawatan pribadi dan jasa lainnya didorong oleh komoditas emas dan perhiasan dengan deflasi tercatat 3,58% dan andil deflasi 0,08%," kata Ateng.
[Redaktur: Alpredo Gultom]