WAHANANEWS.CO, Jakarta - Lonjakan harga plastik yang tiba-tiba hingga tiga kali lipat membuat pedagang kecil menjerit, terutama di tengah tekanan biaya hidup yang terus meningkat akibat efek domino konflik global terhadap harga energi.
Pantauan di kawasan Jl. Mangunjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi pada Senin (6/4/2026) menunjukkan harga berbagai jenis plastik mengalami kenaikan signifikan, mulai dari kantong, sedotan, hingga plastik kemasan.
Baca Juga:
5 Peralatan Dapur Ini Berisiko Tinggi Mengontaminasi Makanan
Siti Aminah, pedagang minuman kelapa muda di lokasi tersebut, mengaku hampir seluruh jenis plastik yang digunakan untuk berjualan mengalami kenaikan harga dalam waktu singkat.
"Semua jenis plastik sekarang naik, nggak ada yang tetap, dari kantong sampai sedotan semua ikut naik," kata Siti Aminah.
Ia merinci kenaikan harga yang cukup tajam, di mana plastik kantong yang sebelumnya dijual Rp16 ribu kini menjadi Rp25 ribu per pak.
Baca Juga:
Tiga Pengedar Sabu Ditangkap Polisi di Dua Tempat Berbeda di Tapteng
Sedangkan harga sedotan naik dari Rp9 ribu menjadi Rp12 ribu, sementara plastik kemasan merek tomat melonjak dari Rp35 ribu menjadi Rp62 ribu per pak.
"Ini saya ambil langsung dari toko plastik, kalau beli eceran bisa lebih mahal lagi," ujarnya.
Meski biaya operasional meningkat drastis, ia mengaku belum berani menaikkan harga jual dagangannya karena khawatir kehilangan pelanggan.
"Nggak berani naikkan harga jual, jadi sekarang untungnya makin tipis, yang penting masih bisa jualan," katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan Rudi Hartono, pemilik kios plastik di sekitar lokasi yang menyebut kenaikan harga sudah terasa sejak awal Ramadan.
"Naiknya nggak tanggung-tanggung, bisa sampai dua sampai tiga kali lipat untuk beberapa jenis," ujar Rudi.
Ia menambahkan bahwa selain harga yang melonjak, ketersediaan barang juga semakin terbatas di pasaran.
"Pembeli tetap ada, tapi stok sering kosong, jadi kami juga bingung melayani," tambahnya.
Kondisi ini tak lepas dari ketergantungan Indonesia terhadap impor plastik dan bahan bakunya dari luar negeri.
Data terbaru menunjukkan nilai impor plastik Indonesia pada Februari 2026 mencapai sekitar US$873,2 juta atau setara Rp14,84 triliun.
Impor tersebut didominasi dari sejumlah negara seperti China, Thailand, dan Korea Selatan yang menjadi pemasok utama bahan plastik.
Kenaikan harga bahan baku plastik disebut berkaitan erat dengan lonjakan harga minyak dunia yang dipicu konflik di Timur Tengah.
"Saya dengar bijih plastiknya naiknya luar biasa, karena plastik itu kan dari BBM," kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Pemerintah mengaku tengah menyiapkan langkah untuk merespons lonjakan harga tersebut agar tidak semakin membebani pelaku usaha kecil.
"Ya nanti kita akan bahas secara khusus, kok tiba-tiba naiknya begitu tinggi, kita akan undang beberapa pihak terkait," ujar Zulkifli Hasan.
Fenomena ini menunjukkan tekanan global kini mulai terasa langsung di level pedagang kecil, yang harus menanggung kenaikan biaya tanpa diiringi kemampuan menaikkan harga jual.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]