WAHANANEWS.CO, Jakarta - Nilai transaksi perdagangan karbon Indonesia masih tertinggal jauh dibanding negara-negara besar dunia setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap total transaksi IDXCarbon hingga kini baru mencapai Rp 93,7 miliar.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyebut capaian perdagangan karbon Indonesia masih sangat kecil jika dibandingkan dengan Uni Eropa maupun China yang telah memiliki pasar karbon bernilai ratusan hingga ribuan triliun rupiah.
Baca Juga:
Era Baru Industri, Konsumen Kini Cari Brand Halal yang Otentik
Di kawasan Uni Eropa, nilai perdagangan karbon bahkan mencapai sekitar US$ 700 miliar atau setara Rp 12.350,1 triliun dengan kurs Rp 17.643 per dolar AS.
Sementara di China, transaksi perdagangan karbon tercatat berada di kisaran US$ 10 miliar hingga US$ 40 miliar atau sekitar Rp 176,39 triliun sampai Rp 705,56 triliun.
"Nilai total transaksi bursa karbon, tadi kita sampaikan, masih kecil, Rp 93,75 miliar. Ini kalau dibandingkan dengan pasar-pasar lain, misalnya di EU itu sekitar US$ 700 miliar, kalau China sampai dengan US$ 40-10 miliar. Ini besar sekali. Namun tentu saja isunya di likuiditas bursa ini juga sangat tergantung variabel lainnya," ungkap Friderica Widyasari Dewi dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga:
Duel Carok: Gendong Cucu Saat Suami Tewas Dicacah, Kesaksian Saniyeh Bikin Merinding
Perempuan yang akrab disapa Kiki itu menjelaskan rendahnya transaksi perdagangan karbon nasional dipicu sejumlah faktor mulai dari belum diterapkannya pajak karbon, belum adanya ketentuan kuota emisi, hingga belum terintegrasinya pasar primer dan sekunder.
Karena itu, OJK saat ini tengah mengusulkan perubahan Peraturan OJK Nomor 14 Tahun 2023 tentang Perdagangan Karbon Melalui Bursa Karbon untuk memperkuat ekosistem perdagangan karbon nasional.
Dalam rancangan aturan baru tersebut, OJK akan membentuk Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) yang nantinya terhubung langsung dengan IDXCarbon sehingga seluruh transaksi karbon dapat tercatat otomatis di dalam sistem perdagangan bursa karbon.