WAHANANEWS.CO, Jakarta - Industri halal Indonesia mulai memasuki babak baru ketika label halal tak lagi dipandang sekadar kewajiban administratif, melainkan telah berkembang menjadi identitas, strategi bisnis, hingga simbol kepercayaan konsumen terhadap sebuah merek.
Semangat tersebut menjadi dasar peluncuran buku Authentic Halal Brand (AHB) hasil kolaborasi IHATEC Publisher bersama Inspark Indonesia yang menawarkan perspektif baru mengenai konsep halal sebagai nilai autentik dalam budaya dan arah bisnis perusahaan.
Baca Juga:
Swadaya, Warga Huta Rakyat Dairi Gotong Royong Perbaiki Longsor
Peluncuran buku itu digelar Halal Review di Gedung Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Jakarta, bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional, Rabu (20/5/2026).
Momentum tersebut disebut sebagai simbol kebangkitan brand lokal maupun global untuk membangun merek halal yang lebih autentik dan memiliki daya saing internasional di tengah perkembangan industri halal dunia.
Acara itu dihadiri berbagai pemangku kepentingan industri halal mulai dari BPJPH, akademisi, pelaku usaha, profesional, halal influencer, hingga masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap perkembangan ekosistem halal nasional.
Baca Juga:
Remaja 15 Tahun Jadi Korban Kekerasan Seksual di Sampang, Pelakunya 27 Pria
“Kami berharap buku Authentic Halal Brand dapat menjadi referensi strategis bagi pelaku usaha, akademisi, mahasiswa, dan seluruh penggerak industri halal dalam membangun brand halal Indonesia yang lebih kuat, terpercaya, dan kompetitif secara global,” ujar Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan.
Menurut Ahmad Haikal Hasan, halal kini telah berubah menjadi bahasa universal yang merepresentasikan kualitas, integritas, serta tingkat kepercayaan terhadap sebuah produk maupun layanan.
Pernyataan senada juga disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, yang menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat industri halal dunia melalui kekuatan sektor ekonomi kreatif seperti kuliner, fashion, hingga kriya.