WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya pergerakan naik pada harga telur ayam ras secara nasional.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Puji Ismartini, menjelaskan bahwa kenaikan tersebut masih tergolong tipis, namun perlu menjadi perhatian karena telah melampaui batas harga yang ditetapkan pemerintah.
Baca Juga:
Di Tengah Fenomena Eggflation, Produksi Telur Indonesia Melimpah dan Harga Stabil
"Secara rata-rata harga telur ayam ras sudah berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET)," ujarnya, Senin 19 Januari 2026.
Ia menambahkan, berdasarkan data grafik pergerakan harga, tren kenaikan telur ayam ras telah berlangsung sejak Mei 2025 dan terus berlanjut hingga awal tahun ini.
Secara nasional, harga telur ayam ras hingga pekan ketiga Januari 2026 tercatat meningkat sebesar 0,17 persen dibandingkan posisi pada Desember 2025.
Baca Juga:
Pemerintah Bakal Berikan 'Subsidi' untuk Tekan Kenaikan Harga Telur
Meski persentase kenaikan relatif kecil, rata-rata harga telur ayam ras saat ini masih berada di atas harga acuan penjualan yang ditetapkan dalam pemantauan harga pangan nasional.
BPS juga melaporkan bahwa peningkatan indeks harga telur ayam ras terjadi di hampir separuh wilayah Indonesia.
Hingga pekan ketiga Januari 2026, sebanyak 42,50 persen wilayah mengalami kenaikan harga, dengan rincian 153 kabupaten dan kota masih mencatat lonjakan harga telur ayam ras.