Edukasi konsumen, kata Tohom, adalah fondasi agar hak-hak tersebut benar-benar terlindungi.
Pelaku Usaha Harus Konsumen-Sentris
Baca Juga:
Salah Satu Terbesar di Indonesia, ALPERKLINAS Apresiasi Pemkot Pangkalpinang Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
Tohom juga mengingatkan dunia usaha untuk tidak hanya fokus pada keuntungan semata.
“Bisnis yang berkelanjutan adalah bisnis yang menghormati konsumennya. Kalau konsumen merasa diperlakukan adil, puas, dan aman, maka loyalitas akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.
Di akhir, Tohom menegaskan bahwa kolaborasi antara konsumen cerdas dan pelaku usaha yang konsumen-sentris akan melahirkan ekosistem ekonomi digital yang sehat.
Baca Juga:
Terus Tabuh Gendrang Optimisme dan Inovasi, ALPERKLINAS Apresiasi PLN atas Raihan Penghargaan IBEA 2025
“Jika dua sisi ini bertemu, maka kita bisa mewujudkan ekonomi digital Indonesia yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan menuju Visi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
[Redaktur: Mega Puspita]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.