WahanaNews.co, Jakarta -
Kementerian Perindustrian terus memperkuat fondasi manajemen usaha industri kecil dan menengah (IKM) agar mampu tumbuh berkelanjutan dan adaptif terhadap dinamika industri, salah satunya melalui Program Manajemen, Akselerasi, dan Transformasi (MANTRA) Bali.
Program tersebut diselenggarakan oleh Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) bekerja sama dengan Business & Export Development Organization (BEDO), dengan fokus pada peningkatan produktivitas dan daya saing IKM fesyen dan kriya melalui penerapan praktik manajemen yang bertanggung jawab dan kolaboratif berbasis metode ILO-SCORE.
Baca Juga:
Kemenperin Perkuat Daya Saing Sentra IKM Alas Kaki Ciomas
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan penguatan manajemen usaha menjadi kunci utama dalam mendorong transformasi dan keberlanjutan IKM nasional.
“Peningkatan produktivitas IKM tidak hanya bertumpu pada aspek teknis produksi, tetapi juga pada tata kelola usaha yang tertata, efisien, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan,” kata Agus dalam keterangannya, Selasa (6/1).
Menurutnya, Program MANTRA merupakan salah satu instrumen penting Kementerian Perindustrian untuk membangun kapasitas manajerial pelaku IKM agar mampu mengelola sumber daya secara lebih efektif, meningkatkan kualitas kerja, serta memperkuat daya saing produk fesyen dan kriya nasional.
Baca Juga:
Potensi Bambu RI Menggiurkan, Kemenperin Siapkan SDM Bersertifikat
Program MANTRA Bali dilaksanakan pada 12 November hingga 12 Desember 2025, mencakup rangkaian sosialisasi dan kick-off, kurasi peserta, pembelajaran di kelas, kunjungan industri, coaching langsung di lokasi usaha, hingga sesi presentasi akhir.
Pendekatan tersebut dirancang untuk membantu pelaku IKM mengidentifikasi permasalahan utama di lingkungan kerja, menyusun rencana perbaikan, serta mengimplementasikan perubahan nyata pada aspek produktivitas, efisiensi, kualitas kerja, dan hubungan kerja.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan peningkatan produktivitas IKM perlu dimulai dari pembenahan manajemen dan sistem kerja di tingkat usaha.